Lompat ke konten
Home » Blog » SMA KELAS 11 : INTEGRASI DAN REINTEGRASI SOSIAL

SMA KELAS 11 : INTEGRASI DAN REINTEGRASI SOSIAL

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan,semantara reintegrasi sosial adalah sebagian upaya untuk membangun kembali kepercayaan, modal sosial, dan kohesi sosial. Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Reintegrasi sosial adalah sebagian upaya untuk membangun kembali. Reintegrasi sosial didefinisikan sebagai intervention setiap intervensi sosial dengan tujuan mengintegrasikan mantan pengguna narkoba yang bermasalah atau yang sekarang ke dalam masyarakat ’. Tiga ‘pilar’ reintegrasi sosial adalah (1) perumahan; (2) pendidikan; dan (3) pekerjaan (termasuk pelatihan kejuruan). Tindakan lain, seperti konseling dan kegiatan santai, juga dapat digunakan. Reintegrasi sosial adalah tanggapan yang kurang mapan terhadap masalah penggunaan narkoba daripada pengobatan dan, akibatnya, pemantauan dan pelaporan dalam bidang ini lebih tidak merata. Beberapa negara melaporkan penilaian kualitatif atas upaya mereka di bidang reintegrasi sosial; namun, tidak ada yang melaporkan cakupan yang baik. Negara-negara yang melaporkan (Estonia, Irlandia, Malta, Belanda, Rumania, Swedia dan Norwegia) semuanya mengidentifikasi kekurangan dalam layanan dan / atau program reintegrasi sosial mereka. Satu pengecualian untuk aturan tersebut adalah Yunani, di mana ada penggemar program reintegrasi sosial yang relatif luas dan data yang dapat diandalkan tentang jumlah klien yang mereka jangkau.

INTEGRASI adalah kata berasal dari kata “integrate” yang berarti memberi tempat dalam suatu keseluruhan. “interger” yang berati utuh. Jadi integrasi merupakan upaya membuat unsur-unsur tertentu menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Integrasi berarti membuat masyarakat menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh.

Integrasi terbagi menjadi:

Integrasi statis: keadaan kesatuan dan persatuan sejumlah kelompok etnis dan kelompok sosial yang bhineka di mana masing-masing kelompok mendapat tempat yang sesuai dan berada dalam waktu yang relatif lama

Keadaan kesatuan dan persatuan sejumlah kelompok etnis dan kelompok sosial yang bhineka di mana masing-masing kelompok mendapat tempat yang sesuai. Namunpelaksanaan fungsinya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berubah-ubah demi tercapainya tujuan bersama.

Pengertian Reintegrasi Sosial

Secara umum reintegrasi sosial adalah upaya untuk mengembalikan dan membangun kembali persatuan, kepercayaan, modal sosial, dan juga kohesi sosial akibat baru saja terjadi ketegangan atau konflik di masyarakat. Reintegrasi ini dijadikan sarana untuk mengendalikan konflik terutama bagi masyarakat yang rentan mengalami konflik.

Menurut Soerjono Soekanto, reintegrasi sosial adalah proses memperbarui nilai-nilai sosial dan norma-noma sosial untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan. Kondisi ini kemudian disebut dengan disorganisasi dan disintegrasi sosial. Awal mula terjadinya disorganisasi karena adanya situasi tidak sesuai dan seimbang dalam masyarakat. Atau dengan kata lain ada satu sistem sosial di masyarakat yang tidak berfungsi dengan baik.

Ketika disorganisasi dan disintegrasi sosial terus dibiarkan maka lama-lama akan membuat situasi semakin kacau (chaos). Keadaan ini akan diikuti dengan munculnya anomie. Anomie ini adalah tanpa aturan jadi kehidupan bermasyarakat menjadi tanpa aturan dan masyarakat bertindak semaunya. Masyarakat menjadi tidak memiliki pegangan sehingga tidak tahu mana yang baik dan buruk dan tidak bisa melihat Batasan apa yang benar dan salah. Situasi ini kemudian membuat masyarakat berusaha untuk mengembalikan situasi ke tahap integrasi sosial.

Contoh Integrasi dan Reintegrasi Sosial

  1. Kesamaan derajat antara satu anak dengan anak yang lainnya disuatu keluarga tidak dibedakan. Dimana, orang tua menanamkan sifat integrasi sosial yang berupa tanpa membedakan anak pertama, kedua, ketiga dan lainnya. Semuanya memiliki yang namanya kesamaan derajat.
  2. Tidak ada perbedaan antara anak kaya dan anak miskin disuatu sekolah. Setiap siswa maupun siswi disekolah mempunyai hak dan kewajiban untuk belajar disekolah.
  3. Kegiatan gotong royong tanpa yang mana kaya dan yang mana miskin. Kegiatan gotong royong cuma mempunyai satu tujuan yaitu untuk menjaga keamanan di wilayah dan setiap masyarakat saling membantu tanpa membedakan mana kaya dan mana miskin.
  4. Setiap wilayah yang ikut menjalankan sistem demokrasi.

Yuk uji kemampuanmu hanya di Event dan Olimpiade Nasional dari www.beelajar.com
Dapatkan berbagai PROMO, Voucher, dan Beasiswa menarik loh.

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *