Lompat ke konten
Home » Blog » TKA SMP – Kaidah Bahasa dan Ejaan Bahasa Indonesia

TKA SMP – Kaidah Bahasa dan Ejaan Bahasa Indonesia

Materi :
Kaidah Bahasa dan Ejaan Bahasa Indonesia
Sub Materi :
1. Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca
2. Kata Baku dan Tidak Baku
3. Kalimat Efektif
4. Majas dan Ungkapan

Pengantar Materi

Kaidah Bahasa dan Ejaan Bahasa Indonesia adalah aturan penulisan yang menjadi panduan agar bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat dipahami dengan jelas. Kaidah ini mencakup aturan penggunaan huruf kapital, penulisan kata, pemenggalan kata, dan penggunaan tanda baca, yang bertujuan menjaga kejelasan makna dan kerapian tulisan. Aturan-aturan ini tercakup dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Baca

1.1 Penggunaan Huruf Kapital (Huruf Besar)

Huruf kapital digunakan untuk menandai permulaan kalimat, nama diri, dan unsur-unsur penting lainnya sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI/EYD V).

  • Awal Kalimat: Selalu digunakan pada huruf pertama awal kalimat dan petikan langsung.
    • Contoh: Mengapa dia datang?
  • Nama Diri dan Gelar: Digunakan untuk:
    • Nama Orang: Siti Nurhaliza, Dewi Sartika.
    • Gelar: Jika diikuti nama (cth: Profesor Yani), atau sebagai sapaan (cth: Terima kasih, Dokter!).
  • Identitas Kultural: Digunakan untuk:
    • Agama, Kitab Suci, dan Tuhan: Islam, Buddha, Al-Qur’an, Yang Maha Kuasa.
    • Bangsa, Suku, dan Bahasa: bangsa Indonesia, suku Jawa, bahasa Melayu.
  • Geografi dan Peristiwa: Digunakan untuk:
    • Nama Tempat: Jawa Tengah, Gunung Semeru, Sungai Mahakam.
    • Tahun, Bulan, Hari Raya: tahun Hijriah, bulan Juli, Hari Raya Natal.
  • Judul: Huruf pertama setiap kata (kecuali kata tugas seperti di, dari, dan, yang, untuk) dalam judul karangan, buku, atau bab.
1.2 Penggunaan Tanda Baca

Tanda baca membantu pembaca memahami struktur dan jeda dalam kalimat.

Tanda Baca

Fungsi Utama

Contoh Penerapan

Titik (.)

Mengakhiri kalimat pernyataan.

Kami datang hari ini.

Koma (,)

Memisahkan perincian/unsur dalam kalimat.

Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat (jika anak kalimat di depan).

Titik Koma (;)

Memisahkan klausa yang setara tanpa kata hubung.

Memisahkan perincian yang sudah mengandung koma.

Titik Dua (:)

Mengakhiri pernyataan lengkap yang diikuti perincian.

Diperlukan tiga hal: waktu, tenaga, dan biaya.

Petik (“…”)

Mengapit petikan langsung. Mengapit judul tulisan dalam kalimat.

“Kapan kamu pulang?” tanyanya.

Kata Baku dan Tidak Baku

2.1 Definisi dan Kepatuhan Kaidah

Kata Baku adalah kata yang sesuai dengan standar dan kaidah bahasa Indonesia yang ditetapkan, bersumber utama pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Penggunaannya wajib dalam konteks resmi dan formal (surat dinas, laporan, karya ilmiah, rapat formal). Karakteristik utamanya adalah bentuknya tetap, tidak dipengaruhi bahasa daerah atau asing, dan memiliki makna tunggal yang jelas.

Sebaliknya, Kata Tidak Baku adalah kata yang menyimpang dari standar tersebut, sering muncul akibat kebiasaan lisan, pengaruh dialek, atau penyerapan asing yang belum disempurnakan. Kata ini lumrah dipakai dalam percakapan informal sehari-hari tetapi harus dihindari dalam penulisan formal.

2.2 Daftar Perbandingan Kata Baku yang Sering Keliru

Untuk memperjelas, berikut beberapa contoh kata baku dan tidak baku yang sering tertukar:

Kata Baku

Kata Tidak Baku

Kata Baku

Kata Tidak Baku

Apotek

Apotik

Praktik

Praktek

Kuitansi

Kwitansi

Ijazah

Ijasah

Nasihat

Nasehat

Objek

Obyek

Respons

Respon

Sekadar

Sekedar

Sanksi

Sangsi

Zaman

Jaman

Kalimat Efektif

3.1 Syarat-syarat Pembentukan Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan secara tepat dan ringkas. Ada lima syarat utama:

  1. Kesepadanan Struktur:
    • Memiliki unsur Subjek (S) dan Predikat (P) yang jelas.
    • Hindari: Penggunaan kata depan (bagi, untuk) sebelum Subjek utama.
    • Contoh: Bagi semua peserta harap hadir  Semua peserta harap hadir.
  2. Kehematan Kata:
    • Menghindari pengulangan subjek, penggunaan kata bersinonim yang berlebihan (pleonasme), dan bentuk jamak ganda.
    • Hindari: Para tamu-tamu (bentuk jamak ganda)  Para tamu atau tamu-tamu.
  3. Kelogisan Bahasa:
    • Gagasan harus masuk akal dan sesuai dengan logika berpikir.
    • Hindari: Waktu dan tempat kami persilakan (tidak logis).
    • Contoh Efektif: Kepala Sekolah kami persilakan.
  4. Kesejajaran Bentuk (Paralelisme):
    • Penggunaan imbuhan atau bentuk kata yang sama dalam perincian.
    • Contoh: Perlu mengecat tembok dan memperbaiki kursi  Perlu pengecatan tembok dan perbaikan kursi.
  5. Kecermatan dan Ketegasan:
    • Tidak ambigu (bermakna ganda) dan menekankan ide pokok dengan tepat.
    • Hindari: Dia di rumah baru Kepala Sekolah (ambigu).
    • Contoh Efektif: Dia di rumah baru milik Kepala Sekolah.

Majas dan Ungkapan

4.1 Majas (Gaya Bahasa)

Majas adalah cara penggunaan bahasa untuk memperindah atau memperkuat makna secara kiasan (non-literal).

Jenis Majas

Definisi Singkat

Contoh

Metafora

Perbandingan langsung tanpa kata pembanding.

Dia adalah tulang punggung keluarga.

Personifikasi

Benda mati seolah bertingkah seperti manusia.

Angin bernyanyi di pucuk pohon.

Hiperbola

Ungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan.

Suara gemuruhnya membelah langit.

Simile

Perbandingan menggunakan kata seperti, bagai, laksana.

Ia cekatan bagaikan kancil.

Litotes

Merendahkan diri padahal kenyataannya sebaliknya.

Mari mampir ke gubuk saya (padahal rumah mewah).

4.2 Ungkapan (Idiom)

Ungkapan adalah gabungan kata yang maknanya telah menyatu dan tidak lagi berhubungan dengan makna kata pembentuknya.

  • Sifat: Makna bersifat tetap, tidak dapat diartikan secara harfiah.
  • Fungsi: Memadatkan makna dan memperkaya ekspresi komunikasi.
  • Contoh Ungkapan Populer:
    • Buah bibir –> Bahan pembicaraan.
    • Tangan kanan –> Orang kepercayaan.
    • Kambing hitam –> Orang yang disalahkan.
    • Banting tulang –> Bekerja keras.

Simpulan Materi

Latihan Soal

Soal Pilihan Ganda

  1. Perhatikan kalimat berikut!
    “Setelah menghadiri rapat tersebut, kepala sekolah dan guru-guru, memutuskan untuk menunda kegiatan upacara.”

Kesalahan penggunaan tanda baca dalam kalimat tersebut adalah …
A. Terdapat koma yang tidak perlu setelah kata guru-guru
B. Huruf k pada kata kepala sekolah harus kapital
C. Tanda koma setelah kata setelah tidak diperlukan
D. Kalimat tersebut harus diakhiri dengan titik dua

2. Perhatikan pasangan kata berikut!
Respon siswa terhadap kegiatan itu sangat baik, namun beberapa siswa belum memberikan tanggapan.

Kesalahan penulisan kata baku yang tepat adalah …
A. “Respon” seharusnya “Respons”
B. “Baik” seharusnya “Baek”
C. “Namun” seharusnya “Namu”
D. “Memberikan” seharusnya “Memberi-kan”

3. Kalimat mana yang tidak memenuhi syarat kalimat efektif dari aspek kelogisan?
A. Setelah diperbaiki, motor itu terlihat seperti baru.
B. Waktu dan tempat kami persilakan untuk kepala sekolah.
C. Semua peserta lomba diharapkan hadir tepat waktu.
D. Buku yang baru dibeli itu sangat bermanfaat.

4. Perhatikan kutipan berikut!
“Dia adalah bunga desa yang sedang mekar di musim panen.”

Kutipan tersebut termasuk majas …
A. Litotes
B. Metafora
C. Hiperbola
D. Simile

5. Perhatikan kalimat berikut!
“Dalam rapat koordinasi itu dibahas: anggaran sekolah, program literasi, dan evaluasi kinerja guru.”

Kesalahan penggunaan tanda baca dalam kalimat tersebut adalah …
A. Tanda titik dua tidak boleh digunakan setelah kata kerja pasif “dibahas”
B. Tanda titik dua harus diikuti tanda titik koma
C. Tanda koma tidak boleh dipakai untuk perincian
D. Tanda titik dua harus diakhiri tanda tanya

Soal Essay

  1. Jelaskan secara rinci bagaimana sebuah kalimat bisa menjadi tidak efektif meskipun unsur subjek dan predikatnya sudah lengkap. Sertakan satu contoh kalimat dan perbaikannya!
  2. Analisislah majas yang digunakan dalam kalimat berikut, lalu jelaskan makna kiasannya:
    “Semangatnya berkobar seperti api yang tak pernah padam dalam gelap malam.”
  3. Berikan penjelasan kritis mengenai perbedaan fungsi tanda koma dan tanda titik koma.
    Berikan masing-masing dua contoh situasi kalimat yang tepat untuk keduanya.
  4. Pilih empat kata tidak baku dari kalimat berikut kemudian ubahlah menjadi bentuk bakunya:
    “Ijasah itu belum juga diambil olehnya padahal kwitansi pembayaran sudah ditanda-tangani sejak jaman dulu.”
    Jelaskan alasan kebakuannya!
  5. Tulislah dua kalimat yang menggunakan huruf kapital dengan benar pada konteks:
  • nama jabatan yang diikuti nama orang,

  • nama jabatan yang tidak diikuti nama orang.
    Jelaskan perbedaan kaidah antara keduanya sesuai PUEBI.

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *