PENGERTIAN VIRUS
Kata “virus” ini berasal dari bahasa Latin, yaitu virion yang artinya adalah racun. Viruss itu sendiri selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, sehingga bisa dibilang sulit sekali mati atau hilang. Bahkan, tak menutup kemungkinan akan muncul virus-virus baru yang terkadang bisa saja membuat manusia atau makhluk hidup lainnya sakit.
Virus termasuk bagian dari mikroorganisme. Dinamakan bagian dari mikroorganisme karena merupakan makhluk hidup dengan ukuran hanya beberapa mikro atau mungkin lebih kecil dari itu, karena 1 mikron sama dengan 0,001 mm. Virus adalah organisme parasit, yang mana ia membutuhkan inang untuk bertahan hidup. mikroorganisme ini harus menemukan inang untuk bereproduksi, termasuk melalui sel tubuh manusia.
Tanpa menumpang ke tubuh inangnya, ia tidak bisa mereplikasi diri. Beberapa spesies organisme ini bahkan dapat membunuh sel inangnya untuk dapat berkembang biak. Jika ia tidak menemukan inang, virus tidak bisa hidup dalam waktu yang lama.
CIRI-CIRI VIRUS
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini, ia selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya influenza dan HIV), hewan (misalnya flu burung), atau tanaman (misalnya mosaik tembakau). Lalu apa saja ciri- ciri yang dimiliki oleh virus? Berikut beberapa diantaranya:
- Hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein. Asam nukleat ini yaitu DNA atau RNA.
- Ukurannya sangat kecil yaitu antara 25 – 300 nm. Untuk 1 nm sama dengan 10-9 m.
- Tubuh virus tidak berbentuk sel. Sehingga virustidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma.
- Hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal juga sebagai parasit intraseluler obligat.
- Merupakan suatu makhluk metaorganisme. Makhluk metaorganisme merupakan suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang dapat dikristalkan dan makhluk hidup atau dapat berkembang biak.
- Memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silindris.
STRUKUR TUBUH VIRUS
Pada umumnya struktur tubuh yang dimiliki oleh virus terdiri dari asam nukleat dan kapsid. Selain itu, mikroorganisme ini juga memiliki struktur tambahan, seperti asam nukleat ini terdiri dari DNA atau deoxyribo nucleid acid atau RNA atau ribonucleid acid. Secara umum, struktur tubuh virus terdiri atas 4 bagian utama, yaitu kepala, isi tubuh, ekor, dan kapsid.
- Kepala
Struktur Virus Kepala Virus memiliki kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi bahan genetik kehidupannya. Isi kepala ini dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sangat bergantung pada jenis virusnya. Kapsid bisa berbentuk bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein. Kapsid adalah lapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA. Fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.
- Isi Tubuh
Isi Tubuh virus atau biasa disebut virion adalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Isi tubuh biasanya berupa RNA yang berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral, contohnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, influenza, dan radang mulut dan kuku. - Ekor
Ekor adalah bagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang melekat di kepala ini umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus.
- Kapsid
Struktur virus kapsid adalah struktur virus yang letaknya berada di luar virus dan memiliki kandungan subunit berupa protein yang cukup banyak. Kandungan tersebut lebih dikenal dengan sebutan kapsomer. Bentuk kapsid bisa dibilang cukup beragam, sehinga bisa memengaruhi bentuk virus itu sendiri.
Bentuk Virus
Virus yang sering kita ketahui biasanya berupa lingkaran, tetapi pada kenyataannya ada banyak sekali bentuk virus. Lalu, apa aja sih bentuk virus yang ada?
- Virus dengan Bentuk Filamen atau Benang
Layaknya sebuah benang, maka virus ini bisa dibilang memiliki ukuran yang cukup tipis, misalnya virus Ebola. - Virus dengan Bentuk Bulat
Virus berbentuk bulat merupakan virus yang umumnya diketahui oleh banyak orang, salah satu contoh dari bentuk virus ini adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). - Virus dengan Bentuk Seperti Huruf T
Virus ini bentuknya hampir sama dengan huruf T. Virus dengan bentuk ini contohnya ada pada virus yang mengganggu kesehatan bakteri Eschirichia coli atau dikenal dengan bakteriofag. - Virus dengan Bentuk Batang
Virus batang ini bisa kita lihat pada Tobacco Mosaic Virus (TMV). - Virus dengan Bentuk Batang dan Ujungnya Oval
Pada virus berbentuk batang dengan ujung oval ini salah conothnya berupa virus Rhabdovirus. - Virus dengan Bentuk Polihedral
Salah satu contoh virus yang memiliki bentuk polyhedral adalah Adenovirus.
Contoh Soal
- Salah satu sifat virus yang sama dengan makhluk hidup lainnya adalah ….
a. Mampu bereproduksi
b. Bisa mengalami perubahan wujud
c. Meiliki ukuran yang ultramikroskopis
d. Dapat dikristalkan
e. Tidak pernah bisa dihambat dengan antiboitik
Jawaban : A - Virus dikategorikan bukan sebagai sel karena tidak memiliki bagian dari ….
a. Asam nukleat
b. Protein
c. Protoplasma
d. Organel
e. Asam nukleat dan protoplasma
Jawaban : C - Pada saat sel dinding telah terhidrolisis atau rusak, kemudian materi DNA akan masuk ke dalam sel bakteri. Proses tersebut terjadi pada fase …
a. Fase absorpsi
b. Fase penetrasi
c. Fase replikasi dan sintesis
d. Fase perakitan
e. Fase pembebasan
Jawaban : B - Berikut ini yang termasuk jenis virus pemakan bakteri adalah ….
a. Virus TMV
b. Virus TYMV
c. Virus paramyxovirus
d. Virus H5N1
e. Bakteriofag
Jawaban : E - Berikut ini perbedaan antara litik dan lisogenik, yaitu terletak pada …
a. DNA virus akan melebur pada DNA sel inang saat fase lisogenik
b. Daya tahan sel inang akan menurun pada fase lisogenik
c. Materi DNA virus akan menempel pada DNA sel inang saat fase lisogenik
d. DNA mendekat pada DNA sel inang saat fase litik
e. Sel inang tidak melebur pada saat fase litik
Jawaban : C