Lompat ke konten
Home » Blog » SMA KELAS 11 : PENDAPATAN NASIONAL

SMA KELAS 11 : PENDAPATAN NASIONAL

Pengertian Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional adalah suatu bentuk tolak ukur yang dipakai untuk memperhitungkan suatu perekonomian negara untuk memperolah gambaran tentang perekonomian yang sudah dicapai dan nilai pengeluaran yang diproduksi. Singkatnya, pendapatan nasional adalah suatu alat ukur untuk menentukan tingkat perekonomian suatu negara.

Dengan bahasa yang lebih sederhana, pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat suatu Negara dalam kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun.

Dalam pengertian lain, pendapatan nasional juga dapat diartikan sebagai nilai total output akhir suatu negara dari semua barang dan jasa baru yang diproduksi dalam satu tahun. Pencatatan pendapatan nasional merupakan sistem pembukuan yang digunakan pemerintah untuk mengukur tingkat kegiatan ekonomi negara dalam periode waktu tertentu.

Catatan akuntansi ini mencakup data mengenai total pendapatan yang diperoleh perusahaan domestik, upah yang dibayarkan kepada pekerja asing dan domestik, dan jumlah yang dihabiskan untuk pajak penjualan dan pendapatan oleh perusahaan dan individu yang tinggal di negara tersebut.

Manfaat Mengetahui Pendapatan Nasional

  1. Untuk mengukur laju pertumbuhan ekonomi nasional.
    Dengan adanya data pendapatan nasional, negara bisa tau apakah ada peningkatan dari laju pertumbuhan ekonomi negara dari tahun ke tahun, mengalami kemajuan atau kemunduran. Sehingga, bisa dilakukan evaluasi ke depannya.
  2. Untuk membandingkan kemajuan perekonomian antar negara.
    Nah, dari sini bisa dilihat mana saja negara yang masuk kategori negara maju dan berkembang. Semakin tinggi pendapatan nasionalnya, berarti negara tersebut semakin maju.
  3. Untuk mengetahui struktur perekonomian suatu negara.
    Kamu bisa lihat suatu negara mendapatkan pendapatan paling tinggi dari sektor mana, apakah pertanian atau industri.
  4. Menjadi landasan perumusan kebijakan pemerintah.
    Setelah pemerintah mengetahui tingkat perekonomian negaranya, maka bisa dilakukan evaluasi terkait dengan kebijakan agar bisa ditingkatkan lagi.

Konsep Pendapatan Nasional

1. Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan.

PDB dianggap bersifat bruto/kotor. Dengan demikian, pendapatan yang diperoleh dari produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara yang berada di luar negeri tidak turut diperhitungkan.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)/Gross Regional Domestic Product (GRDP) adalah menghitung pendapatan nasional dalam lingkup wilayah atau daerah.

2. Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk nasional bruto (PNB) atau gross national product (GNP) adalah jumlah seluruh produk barang dan jasa suatu negara dalam satu tahun, yang meliputi barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara (nasional) baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan asing yang berada di dalam negeri tidak diperhitungkan.

3. Produk Nasional Neto

Produk nasional neto atau net national product (NNP) adalah nilai pasar barang dan jasa yang dihasilkan dalam satu tahun. Untuk menghitung NNP adalah Produk Nasional Bruto (PNB) dikurangi dengan penyusutan (depreciation). Penyusutan di sini artinya penyusutan barang-barang yang digunakan dalam proses produksi atau barang modal.

4. Pendapatan Nasional Bersih

Terdapat dua sisi pendapatan nasional bersih atau net national income (NNI), yaitu:

Dari sisi pendapatan, yaitu pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
Dari sisi produksi, yaitu sejumlah nilai bersih barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara. Untuk mengetahui besarnya NNI yaitu NNP dikurangi dengan pajak tidak langsung. Pajak tidak langsung adalah pajak yang pembebanannya dapat dilimpahkan kepada pihak lain, misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

5. Pendapatan Orang Pribadi/Personal Income (PI)
Pendapatan orang pribadi adalah seluruh pendapatan yang benar-benar diterima oleh masyarakat, termasuk pendapatan yang didapatkan tanpa memberikan suatu kegiatan yang lainnya.

6. Pendapatan yang Siap Dibelanjakan

Pendapatan yang siap dibelanjakan atau disposable income, merupakan pendapatan yang siap untuk dibelanjakan atau dimanfaatkan. Pendapatan ini diperoleh dari penghasilan orang pribadi setelah dikurangi dengan pajak langsung.

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Ada beberapa metode yang digunakan untuk menghitung pendapatan nasional.

1 Pendekatan Produksi (Output Approach)

“Pendapatan nasional dilihat dari nilai seluruh produk (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu negara“

Pada pendekatan produksi yang dihitung adalah nilai tambah produk atau nilai produk jadi.

Tujuannya untuk apa sih? Tentu saja agar tidak terjadi perhitungan ganda akibat produksi bertingkat.

Rumus pendekatan produksi adalah sebagai berikut:

Nilai Tambah (NT) = Nilai Output (NO) – Nilai Input Antara (NI)

2. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

“Pendapatan nasional dilihat dari total pendapatan seluruh faktor produksi dari suatu negara“

Konsep selanjutnya adalah perhitungan dengan menggunakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh rumah tangga konsumsi suatu negara.

Pendapatan yang dihitung tersebut meliputi pendapatan faktor produksi dari suatu negara, seperti upah atau gaji, bunga, sewa, dan laba. Selain itu, ada juga pendapatan non faktor produksi.

Cara perhitungan berdasarkan pendekatan pendapatan adalah sebagai berikut:

PN = w (wages/salary) + i (interest) + r (rent) + p (profit)

3. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)

“Pendapatan nasional dilihat dari total pengeluaran seluruh faktor produksi“

Metode yang terakhir adalah metode perhitungan yang menggunakan seluruh pengeluaran pelaku kegiatan ekonomi di suatu negara.

Apa aja sih yang dihitung? Ada konsumsi rumah tangga (consumption), investasi perusahaan (investment), pengeluaran pemerintah (government expenditure), dan ekspor impor (X-M atau ekspor netto).

Cara perhitungan berdasarkan pendekatan pengeluaran adalah sebagai berikut:

PN = C + I + G + (X-M)

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *