Pengertian Pembangunan Ekonomi
Dilansir dari repository Universitas Sumatera Utara (USU), menurut Adam Smith pembangunan ekonomi adalah proses perpaduan antara proses pertumbuhan penduduk dengan kemajuan teknologi.
Sementara menurut Schumpeter, pembangunan ekonomi bukan merupakan proses yang harmonis dan gradual melainkan merupakan proses yang spontan dan tidak terputus-putus, dimana pembangunan ekonomi itu sendiri disebabkan oleh perubahan terutama dalam lapangan industri dan perdagangan.
Sehingga dapat kita simpulkan bahwa pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang berkelanjutan berdasarkan rencana-rencana terarah terhadap aspek kehidupan yaitu sosial, budaya, politik, ekonomi dan kemasyarakatan.
Atau perkembangan ekonomi dapat juga didefinisikan sebagai perubahan dasar dalam struktur ekonomi dan distribusi pendapatan yang merata pada suatu negara yang ditandai dengan adanya kenaikan pendapatan, baik secara agregat maupun per kapita dengan memperhitungkan pertumbuhan penduduk.
Perbedaan Pembangunan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan ekonomi. Dengan demikian, dua konsep ini pada dasarnya memiliki perbedaan yang besar.
Dinukil dari buku Ekonomi Pembangunan karya Patta Rapanna dan Zulfikry Sukarno (2017:2), perbedaan antara pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi yang paling utama ada pada ukuran keberhasilannya.
Keberhasilan pertumbuhan ekonomi lebih bersifat kuantitatif, yakni ada kenaikan standar pendapatan serta tingkat hasil poduksi yang dihasilkan dari kegiatan perekonomian.
Di sisi lain, ukuran keberhasilan lebih bersifat kualitatif. Sebab, hasil pembangunan tidak hanya diukur dari pertambahan produksi, tapi juga perubahan-perubahan di struktur produksi dan alokasi input dari bermacam-macam sektor perekonomian. Sektor-sektor itu juga mencakup aspek kelembagaan, pengetahuan, sosial, dan teknik.
Perincian perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi secara umum adalah sebagai berikut:
- Pertumbuhan Ekonomi
-Diukur dari kenaikan GNP (Gross National Product/Produk Nasional Bruto), tapi tidak disertai penilaian ke perubahan struktur ekonomi.
-Ukuran peningkatannya tidak memperhatikan tingkat pemerataan dan kesejahteraan masyarakat. - Pembangunan Ekonomi
-Diukur dari kenaikan GNP (Gross National Product/Produk Nasional Bruto), dengan disertai penilaian kepada perubahan struktur ekonomi.
-Peningkatannya diukur dengan memperhatikan pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan Pembangunan Ekonomi
- Meningkatkan kualitas pendidikan
Pendidikan sangat penting untuk kemajuan suaru bangsa, karena itu pendidikan selalu diutamakan dalam setiap pembahasan strategi dan kebijakan untuk memajukan pembangunan ekonominya. Selain itu, pendidikan mendorong produktivitas, yang kemudian dapat meningkatkan pendapatan negara. Indonesia pun melakukan strategi ini dengan membuat kebijakan wajib belajar 12 tahun dan perbaikan kurikulum pendidikan nasional. - Membuat dan melaksanakan perencanaan pembangunan
Dalam melaksanakan strategi pembangunan, tentu sebelumnya kita harus mempersiapkan perencanaan terlebih dahulu. Rumusan perencanaan harus dibuat matang dan pelaksanaan harus sistematis dan terkendali dari pemerintah dengan dukungan seluruh rakyat tentunya. - Meningkatkan tabungan dan investasi
Perbaikan kualitas pendidikan dapat berimbas pada adanya peningkatan produktivitas dan pendapatan di kemudian hari. Oleh karena itu melakukan ivestasi dan meningkatkan tabungan bisa menambah modal penting dalam pembangunan. - Mengembangkan kegiatan ekonomi
Jika ingin perubahan dalam sektor perekonomian ke arah yang lebih baik, maka sudah pasti diperlukan adanya pengembangan. Contohnya saja pada sektor pertanian, para petani menggunakan bibit unggul dan penggunaan mesin yang berteknologi canggih untuk membajak sawah. Tetapi, tentu butuh modal yang tidak sedikit. Nah, di sini pemerintah harus mengambil andil dalam berupaya memberikan keringanan berupa subsidi bagi para petani. - Menyediakan infrastruktur yang menunjang
Jika ingin terlaksana, diperlukan sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang semua kegiatan, terutama bagi penyediaan fasilitas publik mulai dari sekolah, rumah sakit, jalan raya, jaringan komunikasi, aliran listrik, dan transportasi umum. Coba kalau fasilitas tersebut tidak ada, pasti kegiatan ekonomi juga akan terhambat. Maka dari itu, pada saat ini pemerintah mulai memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak berlipat bagi perekonomian. Contohnya dengan pembangunan jalan trans Papua sepanjang 4.600 km.
Source: zenius.net
ruangguru.com
tirto.id