Perpindahan Kalor
Kalor merupakan salah satu jenis energi yang berpindah dari suatu benda karena adanya perbedaan suhu. Perpindahan kalor adalah perpindahan energi dari benda panas ke benda dingin. Misalnya, perpindahan kalor dari api unggun yang dinyalakan di lokasi perkemahan. Kehangatan api unggun berpindah ke para pekemah. Hal ini memungkinkan peserta perkemahan merasakan hangatnya api unggun tanpa menyentuh apinya.
Meski harus tidur di luar, mereka tidak akan kedinginan di malam hari karena bisa mendapat kehangatan dari api unggun.
Secara umum perpindahan kalor terjadi karena beberapa faktor seperti jenis benda, bentuk, massa, dan perubahan suhu.
Jenis-jenis perpindahan kalor :
Konduksi
Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara, tetapi zat tersebut tidak bergerak atau berpindah.
Misalnya saja saat memanaskan sepotong besi dengan sumber api. Bahkan jika Anda memegang setrika di satu sisi dan sisi lainnya menyala, Anda akan merasakan panas dari api secara perlahan berpindah ke tangan Anda dari ujung yang Anda pegang setrika ke tepi yang Anda pegang.
Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas yang berhubungan dengan pergerakan fluida zat antara. Contoh perpindahan panas secara konveksi adalah air mendidih dalam panci di atas kompor. Panas dari api kompor mengalir ke dalam panci, menyebabkan air di dalam panci mendidih perlahan dan menghasilkan uap. Uap air dihasilkan dari air yang dipanaskan, yang berubah dari air menjadi uap air.
Radiasi
Jenis perpindahan panas yang terakhir adalah radiasi. Radiasi merupakan perpindahan panas tanpa perantara, namun panasnya tetap terasa. Misalnya saja panasnya sinar matahari yang dirasakan setiap pagi hingga sore hari. Perpindahan panas ini juga merupakan salah satu jenis radiasi, karena panas matahari mencapai tubuh bahkan tanpa kontak langsung dengan matahari. Begitu pula hangatnya berada di dekat api unggun. Meski tidak menyentuhnya secara langsung, Anda bisa merasakan hangatnya api unggun saat berada di dekatnya.
