Lompat ke konten
Home » Blog » SMP – IPA – Klasifikasi Makhluk Hidup

SMP – IPA – Klasifikasi Makhluk Hidup

Materi :
Klasifikasi Makhluk Hidup
Sub Materi :
1. Ciri-Ciri Makhluk Hidup
2. Klasifikasi Makhluk Hidup
3. Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Pengantar Materi

Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimilikinya. Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam mempelajari, mengenali, dan memahami keanekaragaman hayati. Sistem klasifikasi yang umum digunakan adalah sistem lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Ciri-ciri dari makhluk hidup yaitu bernapas, berkembang biak, tumbuh, peka terhadap rangsangan dan mengeluarkan zat sisa. Ciri-ciri ini tidak dimiliki oleh benda tak hidup.

1. Bernafas

Bernapas atau respirasi merupakan proses pengambilan oksigen dari luar tubuh untuk proses pembakaran bahan makanan dalam tubuh.

Makhluk hidup yang hidup di darat mengambil oksigen dari udara di sekitarnya, sementara makhluk hidup di air mengambil oksigen yang terlarut di air. Manusia bernapas dengan paru-paru, hewan yang hidup di air bernapas dengan insang. Sementara itu, Paus dan lumba-lumba meski hidup di air bernapas dengan paru-paru.

2. Bergerak

Untuk melakukan gerakan, makhluk hidup memiliki alat gerak tertentu. Manusia bergerak dengan kaki dan tangan. Hewan seperti cheetah misalnya berlari atau berjalan menggunakan tungkai (kaki), sementara burung terbang menggunakan sayapnya.

3. Memerlukan Makanan

Manusia dan hewan mendapatkan makanan dengan cara memakan tumbuhan atau hewan lainnya. Misalnya, manusia makan sayuran dan daging, sedangkan harimau memakan kijang, kemudian kijang memakan rumput. Tumbuhan pun memerlukan makanan. Cara tumbuhan mendapatkan makanan adalah melalui proses fotosintesis.

4. Tumbuh

Dalam pertumbuhan, terjadi penambahan ukuran tubuh makhluk hidup yang semula kecil menjadi besar. Hal ini disebabkan adanya penambahan jumlah sel dan ukuran sel yang membangun tubuh makhluk hidup.

5. Berkembangbiak

Makhluk hidup berkembang biak secara reproduksi seksual (kawain) atau secara aseksual (tidak kawin). Berkembang biak atau reproduksi merupakan kemampuan makhluk hidup menghasilkan keturunan

6. Peka Terhadap Rangsangan

Kemampuan makhluk hidup untuk menerima dan menanggapi rangsangan disebut iritabilita.
Misalnya, telinga peka terhadap rangsangan suara sehingga manusia bisa mendengar bunyi, hidung peka terhadap rangsangan bau sehingga manusia bisa mencium, lidah peka terhadap rangsangan rasa sehingga manusia bisa merasakan rasa.

7. Mengeluarkan Zat-Zat Sisa (Ekskresi)

Setiap makhluk hidup akan melakukan proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari tubuh. Manusia akan mengeluarkan urin yang diproduksi ginjal dan mengeluarkan karbon dioksida melalui pernapasan.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup adalah pengelompokan makhluk hidup ke dalam kelompok atau unit tertentu didasarkan pada persamaan dan perbedaan karakteristik antara berbagai jenis makhluk hidup. Berikut beberapa sistem klasifikasi makhluk hidup yang telah diperkenalkan oleh para ahli.

1. Sistem 2 Kingdom

Gambar 1.1. Contoh Sistem 2 Kingdom

Klasifikasi makhluk hidup yang berawal dari Aristoteles itu akhirnya dikembangkan oleh ilmuwan Swedia, yaitu Carolus Linnaeus tahun 1735 menjadi 2 kingdom, antara lain:
• Kingdom Animalia (Dunia Hewan) dengan ciri-ciri tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, serta mampu bergerak bebas, dan
• Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) dengan ciri-ciri memiliki dinding sel, berklorofil, dan mampu berfotosintesis.

2. Sistem 3 Kingdom

Sistem klasifikasi makhluk hidup selanjutnya dikembangkan oleh ahli Biologi Jerman (Ernst Haeckel) tahun 1866 menjadi 3 kingdom, yaitu:
• Kingdom Animalia (Dunia Hewan) dengan ciri-ciri heterotrof, eukariot multiseluler, dan dapat bergerak.
• Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) dengan ciri-ciri autotrof, eukariot multiseluler, berklorofil, dan mampu berfotosintesis.
• Kingdom Protista dengan ciri-ciri organisme bersel satu (uniseluler) dan organisme multiseluler sederhana.

Gambar 1.2. Klasifikasi 3 Kingdom

3. Sistem 4 Kingdom

Pada tahun 1956, sistem klasifikasi lanjut dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika bernama Herbert Copeland dengan membagi makhluk hidup menjadi 4 kingdom, yaitu:

• Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
• Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
• Kingdom Protista, dan
• Kingdom Monera.

4. Sistem 5 Kingdom

Penelitian sistem klasifikasi makhluk hidup pun dilanjutkan oleh ahli Biologi Amerika Bernama Robert H. Whittaker pada tahun 1969. Whittaker mengemukakan bahwa makhluk hidup dapat dikelompokkan menjadi 5 kingdom, yaitu:

• Kingdom Monera
• Kingdom Protista
• Kingdom Fungi (Dunia Jamur)
• Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
• Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

5. Sistem 6 Kingdom

Sistem 6 kingdom ini ditemukan tak lama usai hasil penelitian yang dikemukakan oleh Whittaker. Di tahun 1970-an, seorang mikrobiologi bernama Carl Woese dan peneliti lain dari University of Illinois menemukan adanya suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik, dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Adapun keenam kingdomnya, yaitu:

• Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
• Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
• Kingdom Protista
• Kingdom Mycota (Dunia Jamur)
• Kingdom Eubacteria
• Kingdom Archaebacteria

Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Keanekaragaman hayati Indonesia adalah kekayaan alam yang luar biasa, menjadikannya salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Indonesia memiliki berbagai jenis ekosistem, flora, dan fauna, termasuk spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain. Kekayaan ini perlu dilindungi untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

1. Hutan Hujan Tropis

Gambar 1.3. Ilustrasi Hutan Hujan Tropis

Keanekaragaman hayati di Indonesia yang pertama adalah adanya hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis merupakan jenis hutan yang memiliki curah hujan sangat tinggi. Sehingga jenis hutan ini cenderung lembap dengan pepohonan yang besar dan tinggi. Jenis tanaman di hutan ini tergolong heterogen atau ada ada bermacam-macam. Di Indonesia jenis hutan ini banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatra, dan Papua.

2. Hutan Musim

Ada juga hutan musim yang merupakan jenis hutan yang menggugurkan daunnya saat musim kemarau. Pada musim hujan hutan pun akan kembali tumbuh dengan lebat. Jenis hutan ini memiliki curah hujan yang rendah dan cenderung berukuran tidak terlalu luas. Hutan musim banyak ditemukan di wilayah Pulau Jawa.

Gambar 1.4. Ilustrasi Hutan Musim

3. Sabana

Gambar 1.5. Gambar Sabana

Sabana adalah padang rumput yang berisi rerumputan serta beberapa jenis pohon pendek. Jenis tumbuhan di sabana tidak terlalu besar dan lebat karena tingkar curah hujan yang terjadi tidak terlalu tinggi tapi juga tidak rendah. Tapi saat musim hujan dan kemarau, sabana akan terlihat sangat berbeda Wilayah sabana ini bisa ditemukan di beberapa daerah seperti Gayo Aceh dan Madura.

4. Wilayah Oriental

Keanekaragaman hayati juga terdiri dari beragam jenis fauna, seperti fauna di wilayah oriental. Wilayah oriental terdiri dari daerah Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimatan. Jenis fauna atau hewan di wilayah ini memiliki ciri yang hampir sama dengan hewan-hewan di kawasan Asia. Beberapa jenis hewan di kawasan ini adalah gajah, harimau, badak Sumatra, beruang madu, orang utan, kukang, dan lain sebagainya.

Gambar 1.6. Gambar Persebaran Hewan Dengan Kawasannya Masing-Masing

5. Wilayah Australia

Ada juga wilayah Australia yang merupakan daerah fauna yang memiliki ciri hampir sama dengan wilayah Australia. Wilayah ini terdiri dari Papua, Maluku, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Di wilayah ini, terdapat beberapa hewan khas seperti hewan berkantong atau beragam jenis burung dengan bulu berwarna-warni.

Simpulan Materi

Makhluk hidup memiliki ciri-ciri seperti bernapas, bergerak, memerlukan makanan, tumbuh, berkembang biak, peka terhadap rangsangan, dan mengeluarkan zat sisa. Berdasarkan ciri-ciri ini, makhluk hidup dikelompokkan ke dalam sistem klasifikasi yang terus berkembang, mulai dari 2 kingdom (Animalia dan Plantae) hingga yang terbaru 6 kingdom (Animalia, Plantae, Protista, Fungi, Eubacteria, dan Archaebacteria). Indonesia sendiri memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, terbagi dalam berbagai ekosistem seperti hutan hujan tropis, hutan musim, dan sabana, serta wilayah fauna oriental dan Australia.

Latihan Soal

Soal Pilihan Ganda

1. Berikut ini adalah salah satu ciri yang membedakan makhluk hidup dengan benda tak hidup, yaitu…

a. memiliki bentuk
b. dapat bergerak
c. memiliki warna
d. memiliki massa

2. Kemampuan makhluk hidup untuk menerima dan menanggapi rangsangan disebut…

a. iritabilita
b. fotosintesis
c. metabolisme
d. reproduksi

3. Berikut ini yang merupakan ciri-ciri dari Kingdom Plantae menurut sistem 2 kingdom adalah…

a. tidak memiliki dinding sel dan tidak berklorofil
b. memiliki dinding sel dan mampu berfotosintesis
c. organisme bersel satu
d. heterotrof dan eukariot multiseluler

4. Kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota Kingdom Monera lainnya, sehingga dikelompokkan dalam Kingdom Archaebacteria, ditemukan oleh…

a. Carolus Linnaeus
b. Ernst Haeckel
c. Robert H. Whittaker
d. Carl Woese

5. Hutan hujan tropis di Indonesia, seperti yang banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatra, dan Papua, memiliki ciri-ciri…

a. curah hujan rendah dan menggugurkan daun saat kemarau
b. memiliki pepohonan yang besar dan tinggi serta sangat lembap
c. padang rumput yang berisi pohon-pohon pendek
d. memiliki flora dan fauna yang sama dengan wilayah Australia

Soal Essay

1. Jelaskan perbedaan cara bernapas antara Paus dengan ikan pada umumnya.

2. Mengapa tumbuhan dikategorikan sebagai makhluk hidup yang memerlukan makanan, padahal mereka tidak memakan makhluk hidup lain?

3. Jelaskan bagaimana sistem klasifikasi makhluk hidup berkembang dari 2 kingdom menjadi 3 kingdom.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan keanekaragaman hayati di Indonesia.

5. Sebutkan tiga jenis ekosistem yang merupakan kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *