Lompat ke konten
Home » Blog » SMP – IPS – Interaksi Sosial dan Nilai Budaya

SMP – IPS – Interaksi Sosial dan Nilai Budaya

Materi :
Interaksi Sosial dan Nilai Budaya
Sub Materi :
1. Bentuk Interaksi Sosial
2. Faktor Pendorong Interaksi Sosial
3. Contoh Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya

Pengantar Materi

Interaksi sosial adalah hubungan dinamis antarindividu atau kelompok yang saling memengaruhi, sementara nilai budaya adalah standar yang dianggap penting oleh masyarakat untuk mengatur perilaku dan membentuk kebudayaan. Interaksi sosial ini kemudian menjadi wadah untuk mewujudkan dan mewariskan nilai-nilai budaya tersebut, sehingga tercipta kebiasaan dan identitas kelompok yang kuat dalam masyarakat.

Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu maupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Dengan kata lain, interaksi yang terjadi di dalam masyarakat bisa menghasilkan pola-pola atau bentuk hubungan yang dapat mempererat dan mengubah kondisi masyarakat tersebut. Maka dari itu, dalam kajian sosiologi, interaksi sosial terbagi dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif.

1. Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Gambar 1.1. Ilustrasi Bentuk Sosial Asosiatif

Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang mengarah pada kesatuan. Bentuk interaksi sosial asosiatif bisa berupa kerja sama, asimilasi, dan akulturasi.

  • Kerja Sama : suatu usaha yang dilakukan bersama antara individu atau kelompok.
  • Asimilasi : percampuran dua atau lebih kebudayaan berbeda yang melebur menjadi suatu kebudayaan baru.
  • Akulturasi : perpaduan dua atau lebih budaya yang berbeda tanpa menghilangkan ciri budaya lamanya.
2. Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Gambar 1.2. Ilustrasi Interaksi Sosial Disosiatif

Bentuk interaksi sosial disosiatif adalah jenis interaksi sosial yang cenderung mengarah kepada perpecahan, baik antar individu maupun kelompok. Adapun macam-macam interaksi sosial disosiatif meliputi, yaitu persaingan (kompetisi), kontravensi, dan pertentangan (konflik).

  • Persaingan : bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan tanpa menggunakan ancaman kekerasan.
  • Kontravensi : perasaan tidak suka yang disembunyikan.
  • Pertentangan : Usaha yang bertujuan untuk menyingkirkan lawan. Biasanya disertai kekerasan dan ancaman
3. Bentuk Interaksi Sosial Akomodatif

Gambar 1.3. Ilustrasi Interaksi Sosial Akomodatif

Bentuk interaksi sosial akomodasi adalah jenis interaksi sosial yang berawal dari perselisihan. akomodasi adalah upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pertikaian atau konflik oleh pihak-pihak yang bertikai.

  • Mediasi : Bentuk akomodasi yang dilakukan oleh pihak ketiga dan bersifat netral.
  • Arbitrasi : pihak ketiga membantu meredakan pertentangan yang memiliki kedudukan lebih tinggi dan dapat memberikan keputusan yang mengikat pihak-pihak yang berkonflik.
  • Ajudikasi : proses penyelesaian masalah melalui meja hijau (jalur hukum).

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Adapun, faktor faktor pendorong interaksi sosial bisa dibedakan menjadi dua, yaitu faktor dari dalam diri manusia (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Selain faktor internal dan eksternal, terdapat beberapa faktor pendorong interaksi sosial lainnya.

1. Faktor Pendorong Interaksi Sosial Simpati

Gambar 1.4. Ilustrasi Faktor Pendorong Interaksi Sosial Simpati

Simpati adalah proses kejiwaan yang merujuk pada rasa tertarik terhadap orang lain atau kelompok karena sikap, keadaan, perilaku maupun penampilan yang sedemikian rupa. Contoh simpati yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Memberikan ucapan bela sungkawa kepada teman yang sedang berduka.
  • Memberikan ucapan selamat kepada teman atas prestasi yang dicapai.
  • Mendengarkan keluh kesah teman dan memberikan nasihat yang terbaik.
2. Faktor Pendorong Interaksi Sosial Empati

Gambar 1.4. Ilustrasi Pendorong Interaksi Sosial Empati

Empati merupakan kesadaran mental yang membuat individu memahami dan ikut merasakan apa yang sedang dialami dan dipikirkan oleh orang lain. Contoh empati yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

  • Mengumpulkan donasi untuk korban bencana alam.
  • Menyantuni anak yatim secara rutin.
  • Membantu ibu melakukan pekerjaan rumah tanpa diminta.
3. Faktor Pendorong Interaksi Sosial Motivasi

Gambar 1.5. Ilustrasi Pendorong Interaksi Sosial Empati

motivasi ini diartikan sebagai dorongan dari dalam diri untuk melakukan suatu hal karena memiliki tujuan tertentu. Contoh motivasi dalam interaksi sosial antara lain adalah:

  • Belajar bersama dengan teman lainnya karena ingin mendapatkan nilai yang bagus.
  • Ikut les melukis karena ingin menjadi pelukis terkenal.
  • Berlatih sepak bola dengan keras karena ingin memenangkan kompetisi.

Bentuk Interaksi Sosial

Keberagaman suku bangsa dan budaya di sekitar kita adalah salah satu faktor keunikan bangsa Indonesia. Sesuai dengan semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika, keberagaman suku bangsa dan budaya tetap menjadikan kita bersatu dalam negara kesatuan.

1. Suku Jawa
  1. Nama bahasa daerah : Bahasa Jawa
  2. Nama rumah adat : Joglo
  3. Nama tarian daerah : Tari Serimpi, Tari Bedhaya, Tari Gambyong, Tari Tayub, dan Tari Sintren
  4. Nama pakaian daerah : Surjan dan kebaya Jawa
2. Suku Sunda
  1. Nama bahasa daerah : Bahasa Sunda
  2. Nama rumah adat : Badak Heuay
  3. Nama tarian daerah : Tari Jaipong, Tari Merak, Tari Renggong, Tari Ketuk Tilu
  4. Nama pakaian daerah : Pangsi
3. Suku Batak
  1. Nama bahasa daerah : Bahasa Batak
  2. Nama rumah adat : Rumah Bolon
  3. Nama tarian daerah : Tari Tor Tor, Tari Gundala Gundala, Tari Piso Surit, Tari Ndikkar, Tari Sarama Datu
  4. Nama pakaian daerah : Kain Ulos Batak, Ampe-Ampe dan Singkot (untuk laki-laki), dan Hoba-Hoba dan Haen (untuk perempuan)
4. Suku Bugis
  1. Nama bahasa daerah : Bahasa Bugis
  2. Nama rumah adat : Saoraja
  3. Nama tarian daerah : Tari Pattennung, Tari Pakarena, Tari Padupa Bosara, Tari Pa’gellu
  4. Nama pakaian daerah : Baju Bodo
5. Suku Dayak
  1. Nama bahasa daerah : Bahasa Ngaju Dayak
  2. Nama rumah adat : Rumah Betang
  3. Nama tarian daerah : Tari Kancet Papatai, Tari Kancet Ledo, Tari Kancet Lasan
  4. Nama pakaian daerah : King Baba (untuk laki-laki) dan King Bibinge (untuk perempuan)

Simpulan Materi

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang dapat mengarah pada kesatuan (asosiatif), perpecahan (disosiatif), atau penyelesaian konflik (akomodasi), dengan faktor pendorong seperti simpati, empati, dan motivasi. Semua interaksi ini terjadi di tengah keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia, yang tercermin dari berbagai adat, bahasa, dan pakaian daerah dari suku-suku seperti Jawa, Sunda, Batak, Bugis, dan Dayak.

 

Latihan Soal

Soal Pilihan Gada

1. Berikut ini merupakan bentuk interaksi sosial yang mengarah pada kesatuan, yaitu…

a. akulturasi
b. pertentangan
c. kontravensi
d. ajudikasi

2. Proses kejiwaan yang merujuk pada rasa ketertarikan terhadap orang lain karena sikap, keadaan, atau perilakunya disebut…

a. empati
b. simpati
c. motivasi
d. akomodasi

3. Penyelesaian masalah melalui meja hijau (jalur hukum) adalah contoh dari bentuk interaksi sosial…

a. akomodasi
b. disosiatif
c. asosiatif
d. motivasi

4. Berikut ini adalah salah satu nama pakaian daerah dari Suku Batak, yaitu…

a. Pangsi
b. Kain Ulos Batak
c. Baju Bodo
d. King Baba

5. Perasaan tidak suka yang disembunyikan dalam interaksi sosial disebut…

a. persaingan
b. pertentangan
c. kontravensi
d. kerja sama

Soal Essay

1. Jelaskan perbedaan antara asimilasi dan akulturasi. Berikan contoh untuk masing-masing.

2. Menurut teks, mengapa interaksi sosial bisa menghasilkan pola-pola hubungan yang dapat mempererat atau mengubah kondisi masyarakat?

3. Jelaskan perbedaan antara simpati dan empati sebagai faktor pendorong interaksi sosial.

4. Sebutkan tiga contoh keunikan budaya dari Suku Dayak yang disebutkan dalam teks.

5. Apa yang membedakan mediasi dan arbitrasi sebagai upaya penyelesaian konflik?

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *