- Suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan merupakan pengertian pengendalian sosial ….
a. sektoral
b. kombinasi
c. primordial
d. preventif
e. represif
Jawaban D
Suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan merupakan pengertian pengendalian sosial preventif.
2. Kepolisian dan pengadilan adalah lembaga pengendalian sosial ….
a. formal
b. informal
c. nonformal
d. sektoral
e. regional
Jawaban A
Kepolisian dan pengadilan adalah lembaga pengendalian sosial formal. Pengendalian sosial formal adalah pengendalian sosial yang pengawasannya dilakukan oleh negara atau badan-badan yang mempunyai kedudukan tetap.
3. Pengendalian sosial yang menunjuk pada seperangkat norma sosial yang memaksa orang untuk bertindak sesuai dengan kesepakatan adalah pengertian pengendalian sosial ….
a. formal
b. informal
c. nonformal
d. sektoral
e. regional
Jawaban B
Pengendalian sosial yang menunjuk pada seperangkat norma sosial yang memaksa orang untuk bertindak sesuai dengan kesepakatan adalah pengertian pengendalian sosial informal. Dalam pengendalian sosial informal, tidak ada lembaga pendukung yang melaksanakannya secara tetap.
4. Hukuman atau sanksi terhadap warga masyarakat yang melanggar kaidah-kaidah yang berlaku merupakan wujud pengertian pengendalian sosial ….
a. sektoral
b. kombinasi
c. primordial
d. preventif
e. represif
Jawaban E
Hukuman atau sanksi terhadap warga masyarakat yang melanggar kaidah-kaidah yang berlaku merupakan wujud pengertian pengendalian sosial represif. Usaha represif berwujud hukuman atau sanksi terhadap warga masyarakat yang melanggar kaidah-kaidah yang berlaku dan ajaran agama.
5. Keadaan seseorang yang boleh bekerja sama atau membiarkannya hidup dan bekerja dalam kelompok, tetapi tidak seorang pun yang mau menegur atau berbicara dengannya merupakan pengertian ….
a. teguran
b. desas-desus
c. ostrasisme
d. pendidikan dan ajaran agam
e. fraudulens
Jawaban C
Keadaan seseorang yang boleh bekerja sama atau membiarkannya hidup dan bekerja dalam kelompok, tetapi tidak seorang pun yang mau menegur atau berbicara dengannya merupakan pengertian ostrasisme.
6. Berikut adalah lembaga sosial dasar, kecuali ….
a. lembaga keluarga
b. lembaga pendidikan
c. lembaga agama
d. lembaga kepolisian
e. lembaga pemerintah atau politik
Jawaban D
Di dalam kehidupan manusia terdapat sejumlah sarana pengendali kehidupan, yaitu kebudayaan, nilai-nilai sosial, dan norma-norma sosial. Sejumlah sarana pengendalian sosial tersebut tidaklah berguna apabila tidak ada yang mengendalikannya. Oleh karena itu, beberapa lembaga yang dapat dijadikan pengendali bagi kehidupan sosial atau kehidupan bermasyarakat berjumlah lima lembaga sosial dasar. Pada materi sebelumnya sudah disebutkan bahwa di dalam kehidupan masyarakat selalu dijumpai lima lembaga sosial dasar, yaitu lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama, lembaga ekonomi, dan lembaga pemerintah atau politik.
7. 5 lembaga sosial dasar, yaitu lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama, lembaga ekonomi, dan lembaga pemerintah atau politik dapat dijadikan sebagai lembaga-lembaga pengendalian sosial karena perilaku menyimpang merupakan perilaku ….
a. yang belum atau tidak disepakati bersama
b. yang sudah disepakati bersama
c. yang belum atau tidak dipahami bersama
d. yang belum atau tidak diamati bersama
e. yang belum atau tidak dibahas bersama
Jawaban A
5 lembaga sosial dasar, yaitu lembaga keluarga, lembaga pendidikan, lembaga agama, lembaga ekonomi, dan lembaga pemerintah atau politik dapat dijadikan sebagai lembaga-lembaga pengendalian sosial karena perilaku menyimpang merupakan perilaku yang belum atau tidak disepakati bersama. Perilaku yang belum atau tidak disepakati bersama tersebut dapat terjadi karena belum atau tidak adanya proses sosialisasi secara baik. Oleh karena itu, untuk menghindari kegagalan sosialisasi, proses sosialisasi dapat dilakukan oleh lembaga sosial dasar. Lebih dari sekadar berkedudukan sebagai lembaga pemroses sosialisasi, lembaga sosial dasar di atas memiliki potensi sebagai lembaga pengendali kehidupan sosial agar perilaku menyimpang tidak berkembang di kalangan masyarakat yang lebih luas, terutama untuk perilaku menyimpang negatif. Sebaliknya, untuk perilaku menyimpang positif lembaga sosial dasar ini dapat menjadi lembaga-lembaga sosialisasi yang diharapkan mampu mensosialisasikan perilaku yang semula belum dikenal menjadi dikenal oleh masyarakat luas sehingga menjadi mudah diterima serta diaplikasikan oleh anggota masyarakat.
8. Proses sosialisasi dapat dilakukan oleh lembaga sosial dasar untuk menghindari ….
a. manipulasi
b. salah tafsir
c. penyelewengan
d. pengabaian
e. kegagalan
Jawaban E
Lima jenis lembaga sosial dasar dapat dijadikan sebagai lembaga-lembaga pengendalian sosial karena perilaku menyimpang merupakan perilaku yang belum atau tidak disepakati bersama. Perilaku yang belum atau tidak disepakati bersama tersebut dapat terjadi karena belum atau tidak adanya proses sosialisasi secara baik. Oleh karena itu, untuk menghindari kegagalan sosialisasi, proses sosialisasi dapat dilakukan oleh lembaga sosial dasar.
9. Lima jenis lembaga sosial dasar juga berperan sebagai lembaga pemroses ….
a. asimilasi
b. akulturasi
c. sosialisasi
d. inkulturasi
e. enkulturasi
Jawaban C
Lebih dari sekadar berkedudukan sebagai lembaga pemroses sosialisasi, lembaga sosial dasar di atas memiliki potensi sebagai lembaga pengendali kehidupan sosial agar perilaku menyimpang tidak berkembang di kalangan masyarakat yang lebih luas, terutama untuk perilaku menyimpang negatif. Sebaliknya, untuk perilaku menyimpang positif lembaga sosial dasar ini dapat menjadi lembaga-lembaga sosialisasi yang diharapkan mampu mensosialisasikan perilaku yang semula belum dikenal menjadi dikenal oleh masyarakat luas sehingga menjadi mudah diterima serta diaplikasikan oleh anggota masyarakat.