Lompat ke konten
Home » Blog » SMA KELAS 11 : PERMASALAHAN SOSIAL

SMA KELAS 11 : PERMASALAHAN SOSIAL

DEFINISI PERMASALAHAN SOSIAL

Arnold Rose

Masalah sosial dapat didefinisikan sebagai suatu situasi yang telah memengaruhi sebagian besar masyarakat sehingga mereka percaya bahwa situasi yang telah memengaruhi sebagian masyarakat sehingga mereka percaya bahwa situasi itu adalah sebab dari kesulitan mereka

Raab dan Selznick

Masalah hubungan sosial yang menantang masyarakat itu sendiri atau menciptakan hambatan atas kepuasan orang banyak

Richard dan Richard

Pola perilaku dan kondisi yang tidak di inginkan dan tidak diterima oleh sebagian besar anggota masyarakat

Soerjono Soekanto

Suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial

Soetomo

Masalah sosial ialah suatu kondisi yang tidak di inginkan terjadi oleh sebagian besar dari warga masyarakat

Gillin dan Giilin

Suatu unsur ketidaksesuaian antara unsur-unsur yang ada dalam masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan kelompok pokok warga kelompok sosial tersebutsehingga menyebabkan kepincangan sosial.

Ada dua elemen penting terkait dengan definisi masalah sosial. Elemen yang pertama adalah elemen objektif yang menyangkut keberadaan suatu kondisi sosial. Sementara elemen subjektif dari masalah sosial menyangkut keyakinan bahwa kondisi sosial tertentu berbahaya bagi masyarkat dan harus di atasi. Unsur-unsur masalah sosial adalah sebagai berikut:

  1. Adanya suatu situasi atau kondisi sosial
  2. Adanya sekelompok orang yang mengevaluasi situasi atau kondisi sosial tersebut.
  3. Adanya evaluasi terhadap situasi atau kondisi sosial tersebut sebagai tidak mengenakkan.
  4. Adanya alasan-alasan mengapa situasi atau kondisi tersebut sebagai tidak mengenakkan.

KARAKTERISTIK PERMASALAHAN SOSIAL

  1. Kondisi yang Dirasakan Banyak Orang

Suatu masalah dikatakan sebagai masalah sosial apabila kondisinya dirasakan oleh banyak orang serta mendapat perhatian dan pembicaraan yang lebih dari satu orang

  • Kondisi yang Dinilai Tidak Menyenangkan

Menurut paham hedonisme orang cenderung mengulang sesuatu yang menyenangkan dan menghindari sesuatu yang tidak mengenakkan. Orang selalu menghindari masalah karena masalah selalu tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat menentukan suatu masalah dapat dikatakan sebagai masalah sosial.

  • Kondisi yang Menuntut Perpecahan

Suatu kondisi yang tidak menyenangkan senantiasa menuntut perpecahan. Umumnya suatu kondisi dianggap perlu dipecahkan jika masyarakat menganggap masalah tersebut dipecahkan.

DAMPAK MASALAH SOSIAL DI MASYARAKAT

Adapun dampak negatif dari adanya permasalahan sosial di masyarakat antara lain sebabagai berikut:

  1. Meningkatnya kriminalitas
  2. Adanya kesenjangan antara orang kaya dan miskin
  3. Adanya perpecahan kelompok
  4. Munculnya perilaku menyimpang
  5. Meningkatnya pengangguran

FAKTOR PENYEBAB PERMASALAHAN SOSIAL

  1. Tidak ada kesesuaian antara nilai sosial dengan tindakan sosial.
  2. Sumber dari permasalahan sosial merupakan akibat dari suatu gejala sosial di masyarakat.
  3. Adanya pihak yang menetapkan suatu gejala sosial tergantung dari karakteristik masyarakatnya.
  4. Permasalahan sosial yang manifest dan laten.
  5. Perhatian masyarakat dan masalah sosial.
  6. Sistem nilai dan perbaikan dalam suatu permasalahan sosial.

Raabdan Selznick mengemukakan permasalahan sosial yang ada di dalam masyarakat dapat terjadi apabila :

  1. Terjadi hubungan antarwarga masyarakat yang menghambat pencapaian tujuan penting dari sebagian besar warga masyarakat.
  2. Organisasi sosial tidak dapat mengatur hubungan antarwarga dalam menghadapi ancaman dari luar.

Masalah sosial timbul dari kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber dari faktor-faktor:

  1. Faktor ekonomis.
  2. roblema dari faktor ekonomi misalnya kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya.
  3. Faktor biologis, problema yang timbul dari faktor ini adalah penyakit atau kesehatan tubuh.
  4. Faktor psikologis, faktor ini timbul penyakit saraf, bunuh diri dan disorganisasi
  5. Faktor kebudayaan, dari faktor ini akan timbul perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak dan konflik rasial.

JENIS MASALAH SOSIAL

  1. Kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung,pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan juga merupakan masalah global.

  • Kriminalitas

Istilah kriminalitas berasal dari bahasa Inggris crime yakni kejahatan. Kejahatan secara formal dapat diartikan sebagai suatu tingkah laku yang melanggar norma-norma sosial dan undang-undang pidana, bertentangan dengan moral kemanusiaan, bersifat merugikan, sehingga ditentang oleh masyarakat. Dalam pandangan sosiologis, kejahatan diartikan sebagai semua bentuk ucapan dan tingkah laku yang melanggar norma-norma sosial, serta merugikan dan mengganggu keselamatan masyarakat, baik secara ekonomis, politis maupun sosial psikologis. Sesuai dengan pandangan teori faktor sosial, lingkungan sosial dan kekuatan-kekuatan sosial sebagai faktor penyebab munculnya kejahatan. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya pertumbuhan suatu negara, pemerintah berusaha keras untuk membentuk kekuatan baru dalam meningkatkan taraf keamanan. Namun di satu sisi, tingkat kejahatan pun semakin berkembang dengan kualitas perbuatan yang semakin berat pula. Bahkan terkadang kejahatan justru dapat menandingi atau bahkan lebih kuat dari kekuatan hukum. Pada masa modern seperti sekarang ini, tingkah laku kriminal bisa saja tidak lagi dianggap sebagai suatu bentuk kriminalitas sebab hal itu telah membudaya dan sudah menjadi rahasia umum yang dapat ditebak. Biasa terdapat pada praktik-praktik korup, uang pelican/suap untuk mempercepat penyelesaian masalah, bulu bekti/tanda bakti (gratifikasi) kepada atasan demi menutupi perbuatan kriminal.

  • Ketidakharmonisan Keluarga

Keluarga merupakan tempat sosialisasi yang pertama dan utama bagi seorang anak, dan satu-satunya media sosialisasi primer. Oleh karena itu keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. Di dalam keluargalah anak akan mendapatkan dasar-dasar penanaman nilai dan norma sosial. Serta di dalam keluarga seharusnya anak mendapatkan pendidikan dan pengawasan yang lebih baik. Kenakalan remaja yang terjadi dari waktu kewaktu menunjukkan peningkatan kuantitas dan kualitas. Berbagai kasus kenakalan seperti tawuran pelajar hingga pembunuhan oleh anak usia remaja dinilai salah satunya disebabkan oleh ketidakharmonisan keluarga. Ketidakharmonisan keluarga juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perilaku menyimpang. Ketidakharmonisan keluarga merupakan perpecahan keluarga sebagai unit, karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peran sosialnya.

  • Kesenjangan Sosial

Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada dalam masyarakat yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Fenomena ini terjadi hampir disemua negara di dunia termasuk Indonesia. Kesenjangan sosial di Indonesia sangatlah terlihat antara yang kaya dan miskin, maupun antara pejabat dengan rakyat. Yang menjadi faktor penyebab terjadinya kesenjangan sosial diantaranya adalah kemiskinan dan kurangnya lapangan pekerjaan. Kesenjangan sosial menjadi masalah sosial dikarenakan kesenjangan sosial bisa menyebabkan terjadinya kecemburuan sosial. Kecemburuan sosial yang terpendam dalam kurun waktu lama sewaktu-waktu bisa meledak menjadi konflik sosial. Banyak contoh kasus konflik horisontal yang pernah terjadi di Indonesia sebenarnya yang menjadi akar permasalahannya adalah adanya kesenjangan sosial yang berimplikasi menimbun kecemburuan sosial.Kesenjangan sosial ini lebih pada permasalahan sosial ekonomi. Pada satu sisi ada kelompok masyarakat yang dapat hidup dengan segala kemewahan materi, namun di sisi lain ada kelompok masyarakat hidup dengan segala keterbatasan ekonomi. Hal ini biasanya diikuti dengan kemudahan aksesakses dalam bidang lain yang tidak bisa dinikmati oleh kelompok yang lemah dari segi ekonomi.

  • Peperangan

Sosiologi menganggap peperangan sebagai suatu gejala yang disebabkan oleh berbagai faktor. Peperangan merupakan satu bentuk pertentangan dan juga suatu lembaga kemasyarakatan. Peperangan mengakibatkan disorganisasi sosial dalam berbagai aspek kemasyarakatan, baik bagi negara yang ke luar sebagai pemenang, apalagi bagi negara yang kalah. Peperangan pada masa sekarang biasanya merupakan perang total, yaitu tidak hanya angkatan bersenjata yang terlibat, namun seluruh lapisan masyarakat, misalnya diberlakukannya suatu embargo dalam bidang tertentu. Perang selalu menyisakan persoalan yang berkepanjangan. Retaknya hubungan sosial, bahkan mungkin dendam berkepanjangan yang sulit dihentikan. Selain tentunya korban harta bahkan nyawa. Trauma terhadap anakanak menjadi persoalan tersendiri yang dapat mewarnai perkembangan kepribadian anak-anak korban perang. Serta persoalan kemanusiaan lainnya, seperti pengungsi, pemenuhan kebutuhan pangan, dan pendidikan.

  • Kependudukan

Penduduk suatu Negara, pada hakikatnya merupakan sumber yang sangat penting bagi pembangunan, sebab penduduk merupakan subyek sertaobyek pembangunan. Salah satu tanggung jawab utama negara adalah meningkatkan kesejahteraan penduduk serta mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap gangguan memperoleh kesejahteraan. Karena Kesejahteraan penduduk mengalami gangguan oleh perubahan-perubahan demografis yang seringkali tidak dirasakan. Di Indonesia masalah kependudukan yang masih membelit adalah persebaran penduduk, meskipun tingkat kelahiran mulai bisa dikendalikan, dan yang masih sering disebut-sebut adalah kualitas SDM yang rendah. Secara umum penduduk adalah masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu. Dalam sosiologi penduduk merupakan kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Masalah kependudukan bisa disebut juga sebagai masalah sosial karena masalah itu terjadi di lingkungan sosial atau masyarakat. Masalah tersebut bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang seperti negara Indonesia. Masalah kependudukan bisa terjadi oleh faktor-faktor tertentu, salah satunya adalah karena perkembangan penduduk yang tidak seimbang. Kemudian berkembang memunculkan masalahmasalah lain seperti kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan masalah lain yang umumnya timbul akibat masalah perkembangan penduduk yang tidak seimbang.

  • Kebodohan

Salah satu dampak negatif dari kebodohan adalah orang akan mudah untuk diperalat oleh orang lain. Selain itu kebodohan akan membawa orang sulit meraih cita-cita yang tinggi. Kebodohan bisa disebabkan oleh pendidikan yang rendah ataupun kurangnya pemerataan pendidikan. Meskipun tidak bisa dibilang masyarakat Indonesia masih terbelenggu kebodohan, namun dari hasil survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey menempatkan kualitas SDM Indonesia masih rendah. Masyarakat kurang mampu, serta masyarakat yang terisolir secara geografis merupakan anggota masyarakat yang rentan terhadap masalah ini. Karena sulitnya memperoleh akses pendidikan yang layak. Maju dan tidaknya sebuah negara sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Maka jika sebuah negara ingin menjadi negara yang maju dan modern harus memiliki kualitas sumber daya manusia yang berkualitas. Itu semua hanya bisa diraih melalui pendidikan. Akan sangat kesulitan sebuah negara bisa menjadi negara yang maju jika masyarakatnya masih terbelenggu dalam kebodohan.

Yuk uji kemampuanmu hanya di Event dan Olimpiade Nasional dari www.beelajar.com Dapatkan berbagai PROMO, Voucher, dan Beasiswa menarik loh.

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *