Lompat ke konten
Home » Blog » SMP – IPS – Pergerakan Nasional

SMP – IPS – Pergerakan Nasional

Materi :
Pergerakan Nasional
Sub Materi :
1. Pembentuk Organisasi Pergerakan Nasional
2. Organisasi Pergerakan Nasional
3. Fase Pertumbuhan Nasionalisme di Indonesia
4. Tokoh Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

Pengantar Materi

Pergerakan Nasional adalah fase perjuangan bangsa Indonesia dari tahun 1908 hingga 1945 yang ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi modern untuk mencapai kemerdekaan dari penjajahan. Kebangkitan kesadaran nasional ini dipicu oleh penderitaan akibat penjajahan, munculnya kaum terpelajar dari Politik Etis, serta pengaruh faktor internal dan eksternal seperti rasa senasib dan kemenangan Jepang atas Rusia.

Pembentuk Organisasi Pergerakan Nasional

Pergerakan nasional adalah masa perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan, yang berlangsung dari tahun 1908 hingga 1945. Tahun 1908 menjadi titik awal kebangkitan kesadaran nasional, yang ditandai dengan munculnya berbagai organisasi pergerakan nasional. Organisasi-organisasi ini didirikan oleh penduduk Indonesia yang memiliki tujuan yang sama untuk memperbaiki kondisi dan melepaskan diri dari penderitaan akibat penjajahan.

1. Tujuan dan Faktor Pembentuk Organisasi Pergerakan Nasional

Gerakan nasionalisme bertujuan utama untuk mengakhiri penderitaan bangsa Indonesia dan menciptakan kondisi yang lebih baik.

Faktor-faktor yang memengaruhi lahirnya gerakan ini adalah:

  • Meningkatnya jumlah pelajar yang progresif
  • Kesadaran akan perlunya persatuan, karena perjuangan yang bersifat kedaerahan terbukti kurang efektif
  • Kemenangan Jepang atas Rusia, yang membuktikan bahwa bangsa Asia mampu mengalahkan bangsa Eropa
  • Kebangkitan nasional di negara-negara tetangga seperti Filipina, Tiongkok, Turki, dan India
  • Masuknya paham-paham baru dari luar, seperti demokrasi dan nasionalisme.
2. Manfaat Pembentuk Organisasi Pergerakan Nasional

Selain itu, banyak organisasi yang berjuang untuk mencapai kemerdekaan dengan ciri dan sifat yang berbeda-beda untuk berjuang. Akan tetapi dengan adanya organisasi tersebut maka bisa mengenal sifat dari bangsa Indonesia ini sendiri, seperti:

  • Organisasi yang didirikan sangat terstruktur dan lebih teratur.
  • Memiliki sifat nasional karena sudah terjalin kerjasama antar daerah.
  • Meskipun memiliki pimpinan namun tidak tergantung sepenuhnya sehingga jika pimpinan tertangkap maka peran pemimpin tersebut masih bisa digantikan oleh orang lain.

Pembentuk Organisasi Pergerakan Nasional

Dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia, muncul beberapa organisasi penting yang bertujuan mengakhiri penderitaan rakyat akibat penjajahan. Organisasi-organisasi ini menjadi tonggak penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan.

1. Sarekat Islam (SI)

Awalnya dikenal sebagai Sarekat Dagang Islam (SDI), organisasi ini didirikan pada 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi pedagang Islam dari dominasi pedagang asing dan mengembangkan ekonomi umat.

Organisasi ini kemudian berkembang menjadi lebih dari sekadar perkumpulan dagang. Atas prakarsa H.O.S Cokroaminoto, nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam. Pada tahun 1916, SI diakui sebagai badan hukum dan beralih fungsi menjadi partai politik. H.O.S Cokroaminoto bahkan menjadi wakil SI di Volksraad pada tahun 1917.

2. Budi Utomo

Berdiri pada 20 Mei 1908, Budi Utomo dianggap sebagai tonggak Kebangkitan Nasional. Oleh karena itu, tanggal berdirinya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Organisasi ini didirikan oleh Dr. Sutomo dan mahasiswa STOVIA, dengan gagasan awal dari Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Tujuan Budi Utomo adalah memajukan pengajaran dan kebudayaan Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, mereka berupaya menghimpun dana melalui program Studiesfonds untuk memberikan beasiswa kepada pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu. Selain pendidikan, Budi Utomo juga berupaya memajukan bidang pertanian, peternakan, perdagangan, serta industri. Pengaruh organisasi ini sangat besar, menginspirasi munculnya organisasi kepemudaan lain dan turut berperan penting dalam pelaksanaan Kongres Pemuda II tahun 1928 yang melahirkan Sumpah Pemuda.

3. Indische Partij (IP)

Didirikan di Bandung pada 25 Desember 1912, Indische Partij merupakan partai politik yang bertujuan menyatukan seluruh golongan masyarakat di Indonesia, tanpa memandang latar belakang budaya. Organisasi ini dipimpin oleh Tiga Serangkai: Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker (Setiabudi Danudirjo).

Indische Partij aktif menyebarkan cita-cita nasionalnya melalui surat kabar De Express. Program kerjanya antara lain memperkuat persatuan dan ekonomi masyarakat pribumi, memberantas diskriminasi, serta memperjuangkan hak yang sama dalam pemerintahan. Organisasi ini mengalami beberapa kali pergantian nama, dari Indische Partij, menjadi Partai Insulinde, dan National Indische Partij (NIP).

4. Muhammadiyah

Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Yogyakarta. Organisasi ini berfokus pada pengembangan agama Islam dan umatnya. Muhammadiyah tumbuh pesat, dengan mendirikan sekolah-sekolah berbasis agama untuk memberantas buta huruf, serta membangun fasilitas umum seperti masjid dan rumah sakit.

Tujuan utama Muhammadiyah adalah memajukan ajaran dan pengetahuan Islam serta meningkatkan kehidupan masyarakat sesuai dengan aturan Islam. Organisasi ini memiliki banyak tokoh berpengaruh, seperti Siti Walidah, Buya Hamka, dan Jenderal Soedirman.

5. Taman Siswa

Didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta, Taman Siswa merupakan organisasi yang berfokus pada pendidikan. Tujuan utamanya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan pendidikan yang berjiwa kebangsaan.

Taman Siswa bertujuan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia dengan pendekatan yang demokratis dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Ciri khasnya adalah prinsip dasar Patrap Triloka, yang menjadi pedoman bagi para guru: Ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan), ing madya mangun karsa (di tengah membangun kemauan), dan tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan).

Fase Pertumbuhan Nasionalisme di Indonesia

Perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui serangkaian fase pergerakan nasional yang transformatif. Awalnya, perlawanan terhadap penjajah bersifat kedaerahan, tetapi seiring waktu, semangat nasionalisme, persatuan, dan kesatuan mulai tumbuh.

1. Fase Pertama: Awal Kebangkitan Nasional (1908)

Fase ini dimulai pada tahun 1908 dengan berdirinya Budi Utomo, sebuah organisasi yang digerakkan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA. Organisasi ini menjadi titik awal kebangkitan nasionalisme karena berhasil membangkitkan kesadaran untuk berjuang secara terorganisir di luar pendekatan kedaerahan. Budi Utomo menandai transisi penting dari perlawanan fisik menjadi pergerakan yang lebih terstruktur.

2. Fase Kedua: Konsolidasi Persatuan Bangsa (1928)

Dua puluh tahun setelah Budi Utomo, yaitu pada tahun 1928, kesadaran nasional semakin kuat dan terkonsolidasi. Pada fase ini, muncul kesadaran kolektif untuk menyatukan tiga elemen dasar bangsa: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Perwujudan nyata dari kesadaran ini adalah Kongres Pemuda II, yang puncaknya melahirkan Sumpah Pemuda. Sumpah ini menjadi landasan kuat bagi persatuan seluruh rakyat Indonesia.

3. Fase Ketiga: Revolusi Fisik Kemerdekaan (1945)

Fase terakhir adalah masa revolusi fisik kemerdekaan, di mana semangat nasionalisme yang telah terbangun diwujudkan dalam tindakan nyata. Peran para pemuda sangat dominan pada fase ini. Salah satu contoh paling ikonik adalah peristiwa Rengasdengklok, di mana para pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Tindakan ini menunjukkan semangat juang yang tinggi untuk mewujudkan sebuah negara-bangsa yang berdaulat.

Tokoh Pergerakan Kemerdekaan Indonesia

Perjuangan kemerdekaan Indonesia melibatkan beberapa tokoh kunci, di antaranya:

  • Mas Ngabehi Wahidin Soedirohoesodo: Penggagas berdirinya Budi Utomo.
  • Soetomo: Ketua dari organisasi Budi Utomo.
  • Soekarno: Tokoh utama pergerakan, proklamator, dan presiden pertama Indonesia.
  • Mohammad Hatta: Berjuang bersama Soekarno dan menjabat sebagai wakil presiden pertama.
  • Mohammad Yamin: Terlibat dalam sidang BPUPKI dan PPKI, serta menjadi salah satu pembicara dalam Kongres Pemuda I.
  • Soegondo Djojopuspito: Ketua dari Kongres Pemuda II.

Simpulan Materi

Pergerakan nasional adalah periode perjuangan Indonesia dari tahun 1908 hingga 1945, yang ditandai dengan perubahan dari perjuangan kedaerahan menjadi perjuangan yang terorganisir. Gerakan ini dipicu oleh kesadaran akan pentingnya persatuan, masuknya paham-paham baru, dan keberhasilan bangsa Asia mengalahkan bangsa Eropa. Organisasi-organisasi kunci, seperti Sarekat Islam, Budi Utomo, Indische Partij, Muhammadiyah, dan Taman Siswa, berperan penting dalam memajukan pendidikan, ekonomi, dan nasionalisme. Perjuangan ini melalui tiga fase utama: kebangkitan nasional (1908), konsolidasi persatuan (1928) yang menghasilkan Sumpah Pemuda, dan revolusi fisik (1945) yang berujung pada proklamasi kemerdekaan.

Latihan Soal

Soal Pilihan Ganda

  1. Berikut ini yang merupakan salah satu faktor eksternal yang mendorong lahirnya pergerakan nasional adalah…

    A. Meningkatnya jumlah pelajar yang progresif

    B. Kemenangan Jepang atas Rusia

    C. Perjuangan yang bersifat kedaerahan

    D. Munculnya berbagai organisasi keagamaan

  2. Organisasi yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan mahasiswa STOVIA serta dianggap sebagai tonggak Kebangkitan Nasional adalah…

    A. Sarekat Islam

    B. Indische Partij

    C. Budi Utomo

    D. Muhammadiyah

  3. Berikut ini yang merupakan salah satu dari Tiga Serangkai pendiri Indische Partij adalah…

    A. K.H. Ahmad Dahlan

    B. H.O.S Cokroaminoto

    C. Suwardi Suryaningrat

    D. Mohammad Hatta

  4. Fase Pergerakan Nasional yang ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda adalah…

    A. Fase pertama: Awal Kebangkitan Nasional (1908)

    B. Fase kedua: Konsolidasi Persatuan Bangsa (1928)

    C. Fase ketiga: Revolusi Fisik Kemerdekaan (1945)

    D. Fase keempat: Era Demokrasi (1950)

  5. Semboyan “ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” adalah prinsip dasar dari organisasi…

    A. Sarekat Islam

    B. Taman Siswa

    C. Indische Partij

    D. Budi Utomo

Soal Essay

  1. Jelaskan perbedaan mendasar antara perjuangan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah pergerakan nasional.

  2. Jelaskan mengapa tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

  3. Jelaskan peran organisasi Indische Partij dalam perjuangan menuju kemerdekaan.

  4. Jelaskan mengapa organisasi yang didirikan pada masa pergerakan nasional dianggap lebih terstruktur dan efektif daripada perjuangan sebelumnya.

  5. Jelaskan bagaimana Kongres Pemuda II pada tahun 1928 mengonsolidasikan semangat persatuan bangsa.

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *