Lompat ke konten
Home » Blog » SMA – GEOGRAFI – Pola Keruangan Pada Kota dan Desa

SMA – GEOGRAFI – Pola Keruangan Pada Kota dan Desa

Materi :
Pola Keruangan Pada Kota dan Desa
Sub Materi :
1. Ciri-Ciri Desa
2. Pola Keruangan Desa
3. Ciri-Ciri Kota
4. Teori Pola Keruangan Kota

Pengantar Materi

Pola keruangan desa umumnya didasarkan pada kondisi geografis seperti sungai atau pantai (memanjang), pegunungan (memusat atau tersebar), atau dataran (tersebar), sedangkan pola keruangan kota dapat mengikuti teori konsentris, teori sektoral, atau teori inti ganda, yang mencerminkan perkembangan zona-zona penggunaan lahan yang berbeda seperti pusat bisnis, zona industri, dan kawasan permukiman.

Ciri-Ciri Desa

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, desa didefinisikan sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki wilayah, wewenang untuk mengurus pemerintahan, dan kepentingan masyarakat lokal. Wewenang ini didasarkan pada hak asal-usul dan tradisi yang diakui dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Sedangkan menurut Sutardjo Kertohadikusumo, desa adalah sebuah kesatuan hukum yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang berhak menjalankan pemerintahannya sendiri. Ciri-ciri dari desa digolongkan menjadi dua (2) bagian, yaitu ciri fisik dan ciri sosial.

1. Ciri Fisik Desa
  • Tata Guna Lahan: Pemanfaatan lahan desa didominasi untuk sektor pertanian, seperti sawah dan kebun.
  • Aktivitas Tergantung Alam: Kegiatan di desa sangat dipengaruhi oleh kondisi alam, seperti musim dan jenis tanah, terutama dalam praktik pertanian.
  • Kebiasaan Beraktivitas: Pola aktivitas harian penduduk desa teratur mengikuti siklus alam, misalnya berhenti beraktivitas saat matahari terbenam.
  • Jumlah Penduduk: Jumlah penduduk di desa relatif sedikit, dengan kepadatan rendah.
  • Pola Permukiman: Pola permukiman di desa umumnya mengikuti kondisi geografis, seperti memanjang mengikuti garis pantai atau sungai.
2. Ciri Sosial Desa
  • Homogenitas Penduduk: Masyarakat desa cenderung homogen dari segi pekerjaan, agama, dan budaya karena mereka adalah populasi turun-temurun.
  • Sistem Gotong Royong: Budaya gotong royong dan kekerabatan yang erat sangat kuat, di mana masyarakat saling membantu dalam berbagai kegiatan.
  • Hukum Informal: Aturan dan batasan sosial di desa bersifat informal, berdasarkan adat istiadat yang dipegang teguh oleh masyarakat dan para tetua.
  • Pola Pikir Tradisional: Masyarakat desa memiliki pola pikir yang cenderung tradisional dan sangat menghormati kepercayaan turun-temurun.
  • Kontrol Sosial: Pengawasan sosial dilakukan secara informal, berlandaskan kekeluargaan serta nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Pola Keruangan Desa

Pola keruangan desa merujuk pada pengaturan dan pemanfaatan lahan di desa agar tidak terjadi tumpang tindih. Pola ini sangat bervariasi antara satu desa dengan desa lainnya, karena disesuaikan dengan kondisi alam dan kebutuhan masyarakat setempat.

Secara sederhana, pola ini dapat dikenali dengan mengamati susunan pemukiman penduduk. Contohnya, pola pemukiman di desa pegunungan akan berbeda dengan desa di pesisir pantai. Ada empat jenis pola keruangan desa yang umum di Indonesia.

1. Pola Memusat (Nucleated Settlement Pattern)

Pola ini merupakan jenis yang paling umum, terutama di dataran rendah. Ciri khasnya adalah rumah penduduk yang dibangun saling berdekatan di satu area. Pola ini sering kali terbentuk karena penduduknya adalah satu keturunan atau memiliki hubungan kekerabatan yang erat.

2. Pola Mengelilingi (Encircling Settlement Pattern)

Pola ini mirip dengan pola memanjang, namun pemukiman tidak mengikuti garis lurus melainkan mengelilingi suatu fasilitas vital, seperti waduk atau mata air. Fasilitas ini biasanya terletak di pusat desa dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari atau industri, dan pola ini juga sering dijumpai di dataran rendah.

3. Pola Memanjang (Linear Settlement Pattern)

Pada pola ini, permukiman penduduk tersusun memanjang mengikuti suatu jalur, seperti garis pantai, sungai, atau jalan raya. Jalur tersebut biasanya menjadi sumber mata pencaharian atau mempermudah mobilitas penduduk. Contohnya bisa ditemukan di desa nelayan di pesisir pantai atau desa yang berada di sepanjang jalan utama.

4. Pola Menyebar (Dispersed Settlement Pattern)

Pola ini umumnya ditemukan di daerah dataran tinggi. Pemukiman penduduk tersebar secara tidak beraturan, mengikuti lokasi yang memiliki topografi rata, tanah subur, atau sumber air. Faktor geografis inilah yang menjadi alasan utama mengapa rumah-rumah penduduk dibangun secara terpencar.

Ciri-Ciri Kota

Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial-ekonomi yang heterogen, dan kehidupan materialistis. Sama seperti desa, ada dua kategori besar untuk mengidentifikasi suatu wilayah sebagai kota, yakni ciri fisik dan ciri sosial.

1. Ciri Fisik Kota

Ciri fisik kota ditandai dengan beragam fasilitas yang mendukung kehidupan warganya. Ini termasuk:

  • Tempat parkir: untuk menampung kendaraan pribadi.
  • Pusat keramaian: seperti alun-alun atau mal, tempat warga berkumpul untuk kegiatan sosial.
  • Sarana olahraga atau lapangan luas: digunakan untuk aktivitas fisik atau acara massal.
  • Pasar induk: menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari.
2. Ciri Sosial Kota

Ciri sosial kota berhubungan dengan nilai dan stratifikasi sosial yang ada. Hal ini mencakup:

  • Keberagaman pekerjaan: Kota menawarkan berbagai profesi, dari pekerja kantoran hingga pedagang. Status sosial sering kali ditentukan oleh stabilitas dan nilai pekerjaan.
  • Tingkat pendapatan: Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi pula status sosialnya.
  • Kepemilikan barang mewah: Memiliki barang mahal dan unik dapat menjadi penentu status sosial.
  • Sistem kekerabatan yang longgar: Hubungan sosial di kota bersifat patembayan (gesellschaft), di mana interaksi didasarkan pada kepentingan, dan ikatan sosial cenderung lemah.
  • Mobilitas tinggi: Masyarakat kota memiliki frekuensi pergerakan yang tinggi, sering kali karena jarak antara tempat tinggal dan tempat kerja.
  • Cara berpikir rasional: Masyarakat kota cenderung berpikir realistis dan rasional, terutama dalam hal ekonomi.

Teori Pola Keruangan Kota

Kita dapat memahami konsep keruangan kota melalui beberapa teori yang menjelaskan struktur keruangannya. Pola unik setiap kota bergantung pada sektor dominan (industri, ekonomi kreatif, dll.), faktor fisik seperti topografi, dan faktor sosial. Seiring waktu, para ahli mengemukakan berbagai teori untuk menjelaskan struktur kota, di antaranya:

1. Teori Konsentris

Teori yang dikemukakan oleh Ernest Burgess ini menyatakan bahwa kota berkembang secara melingkar dan teratur dari pusat ke pinggiran. Teori ini membagi kota menjadi 5 zona:

  • Zona 1 (Central Business District/CBD): Pusat kota dan kegiatan inti.
  • Zona 2 (Zona Peralihan): Area transisi yang berisi aktivitas perdagangan dan industri.
  • Zona 3: Permukiman untuk pekerja kelas buruh yang dekat dengan pusat kota.
  • Zona 4: Permukiman untuk pekerja kelas menengah.
  • Zona 5: Permukiman pinggir kota untuk orang-orang kaya yang mencari ketenangan.
2. Teori Sektoral

Homer Hoyt mengemukakan teori ini sebagai sanggahan terhadap teori konsentris. Teori ini berpendapat bahwa pertumbuhan kota tidak teratur, tetapi menyebar dari sektor-sektor tertentu. Meskipun memiliki 5 zona yang mirip dengan teori konsentris, perbedaan utamanya terletak pada pertumbuhan yang dipengaruhi oleh jalur transportasi, bukan hanya dari pusat kota.

3. Teori Inti Ganda

Teori yang dikembangkan oleh Edward Ullman dan C.D. Harris ini lebih kompleks, menyatakan bahwa kota memiliki lebih dari satu pusat atau “inti” yang terpisah. Inti-inti ini berkembang berdasarkan fungsi lahan dan kekuatan ekonomi. Teori ini membagi kota menjadi 9 zona, termasuk area manufaktur berat, pusat bisnis di luar kota, dan permukiman pinggiran kota.

4. Teori Poros

Teori yang dicetuskan oleh Babcock ini menyoroti peran penting jalur transportasi. Teori ini menjelaskan bahwa area yang dilewati jalur transportasi akan mengalami perkembangan fisik yang lebih baik dan memengaruhi struktur kota karena tingginya mobilitas penduduk.

5. Teori Historis

Alonso mengemukakan teori ini pada tahun 1964. Teori ini berfokus pada faktor sejarah yang memengaruhi perubahan permukiman. Teori ini menjelaskan bahwa perubahan teknologi transportasi dan komunikasi membuat penduduk tertarik untuk membangun permukiman di pinggiran pusat kota (CBD), karena menjanjikan standar hidup yang lebih baik.

Simpulan Materi

Desa dan kota memiliki pola keruangan dan karakteristik yang berbeda. Desa dicirikan oleh populasi rendah, kegiatan yang bergantung pada alam, serta budaya gotong royong dan kekerabatan yang kuat. Pola permukimannya terbagi menjadi memusat, mengelilingi, memanjang, dan menyebar, yang disesuaikan dengan kondisi geografis. Sebaliknya, kota dicirikan oleh kepadatan penduduk yang tinggi, beragamnya pekerjaan, sistem kekerabatan yang longgar, dan kehidupan materialistis. Pola keruangan kota dijelaskan oleh berbagai teori seperti Teori Konsentris (berkembang melingkar), Teori Sektoral (berkembang dari sektor-sektor tertentu), dan Teori Inti Ganda (memiliki lebih dari satu pusat).

Latihan Soal

Soal Pilihan Ganda

  1. Berikut ini yang merupakan salah satu ciri fisik desa adalah…

    A. Homogenitas penduduk.

    B. Mobilitas penduduk yang tinggi.

    C. Pola permukiman memanjang.

    D. Sistem kekerabatan yang longgar.

  2. Pola keruangan desa yang pemukimannya tersusun memanjang mengikuti suatu jalur, seperti garis pantai atau jalan raya, disebut pola…

    A. Memusat

    B. Mengelilingi

    C. Memanjang

    D. Menyebar

  3. Menurut Teori Konsentris oleh Ernest Burgess, zona pusat kota yang menjadi area inti kegiatan bisnis disebut…

    A. Zona Peralihan

    B. Zona Permukiman Kelas Menengah

    C. Zona Permukiman Pinggiran Kota

    D. Central Business District (CBD)

  4. Berikut ini yang merupakan salah satu ciri sosial yang dimiliki oleh masyarakat kota adalah…

    A. Sistem gotong royong yang kuat.

    B. Pola pikir yang cenderung tradisional.

    C. Hukum informal berdasarkan adat istiadat.

    D. Hubungan sosial yang didasarkan pada kepentingan.

  5. Teori pola keruangan kota yang menyatakan bahwa kota memiliki lebih dari satu pusat atau “inti” yang terpisah adalah…

    A. Teori Konsentris

    B. Teori Poros

    C. Teori Inti Ganda

    D. Teori Historis

Soal Essay

  1. Jelaskan mengapa pola keruangan desa sangat bervariasi dan tidak seragam di setiap wilayah.

  2. Jelaskan perbedaan mendasar antara ciri fisik dan ciri sosial kota.

  3. Jelaskan mengapa masyarakat desa cenderung memiliki pola pikir tradisional, sementara masyarakat kota lebih rasional.

  4. Jelaskan perbedaan antara Teori Konsentris dan Teori Sektoral dalam menjelaskan pola keruangan kota.

  5. Jelaskan mengapa mobilitas penduduk di kota cenderung lebih tinggi daripada di desa.

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *