Macam – Macam Tanah
Tanah adalah bagian dari kerak bumi dan tersusun dari mineral dan bahan organik. Struktur tanah yang berongga merupakan tempat yang tepat bagi akar tanaman untuk tumbuh. Manusia dan hewan sangat bergantung pada tumbuhan untuk bernapas dan mendapatkan makanan. Oleh karena itu, menjaga tanah berarti melindungi kehidupan makhluk hidup di bumi.
Tanah dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan dan proses pembentukannya, seperti tanah aluvial atau sedimen, tanah humus, tanah kapur, tanah vulkanik, dan tanah gambut.
- Tanah aluvial adalah tanah tepi sungai yang terbentuk dari endapan lumpur yang terbawa sungai. Sifat-sifat tanah aluvial sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan yang terkandung pada sungai-sungai yang mengalir melaluinya.
- Tanah Humus adalah tanah yang terbentuk akibat pelapukan pada ranting, daun, dan bagian tumbuhan lainnya. Tanah humus kaya akan unsur hara dan mineral sehingga sangat subur.
- Tanah kapur, tanah kapur tidak mengandung unsur hara sehingga bukan merupakan tanah subur. Hal ini dikarenakan tanah kapur terbentuk dari pelapukan batu kapur tanpa unsur hara. Lapisan tanah di atas batu kapur umumnya sangat tipis dan tidak menyerap atau menahan air dengan baik.
- Tanah berpasir adalah tanah yang terbentuk akibat pelapukan batupasir. Tanah berpasir biasanya terdapat di pantai dan pulau-pulau. Tanah berpasir bersifat porous sehingga air mudah meresap. Jenis tanah ini tidak mengandung air atau mineral sehingga tidak cocok untuk pertanian.
- Tanah vulkanik adalah tanah yang terbentuk akibat letusan gunung berapi. Tanah vulkanik biasanya sangat subur.
- Tanah Gambut adalah tanah yang terbentuk dari bahan induk berupa bahan organik hutan atau rumput-rumputan yang lapuk. Tanah gambut hanya mengandung sedikit unsur hara, sehingga tanah tersebut tidak terlalu subur dan tidak cocok untuk pertanian. Selain itu, tanah gambut relatif tidak produktif untuk perkebunan karena tingkat keasamannya yang tinggi.
- Tanah Lateritik terbentuk dari unsur hara yang hilang dari tanah akibat erosi. Tanah laterit berwarna merah bata karena kandungan besi dan aluminiumnya, sehingga kurang cocok untuk keperluan pertanian.
