Perubahan Fisika dan Kimia
Kita dapat melihat perubahan fisika dan kimia pada keadaan awal suatu bahan, berbeda dengan keadaan akhir setelah bahan tersebut mengalami perubahan. Perbedaan kedua gejala ini dapat dilihat dari sifat dan komposisinya. Hal ini menunjukkan adanya gejala sebelum dan sesudah perubahan sifat masing-masing bahan.
Perubahan Fisika
Merupakan suatu bentuk perubahan pada hakikat suatu benda yang dapat dikenali dan diamati hanya berdasarkan kenampakan atau kenampakannya saja. Perubahan fisika tidak mengubah materi sama sekali, juga tidak menciptakan jenis materi baru di dalam benda. Perubahan ini dapat dilihat dan diamati dari luar, serta dapat kembali ke keadaan semula meskipun telah terjadi perubahan fisika. Misalnya, jika kita mengeluarkan es batu dari freezer dan melelehkannya, cairan tersebut dapat kembali menjadi es saat Anda memasukkannya kembali ke dalam freezer.
Perubahan Kimia
Merupakan terciptanya zat baru dengan mengubah bentuk atau ukuran suatu zat. Perubahan ini menimbulkan jenis dan sifat yang berbeda atau baru dari aslinya dan disebut juga dengan reaksi atau reaksi kimia. Reaksi kimia ini mengubah komposisi suatu zat atau zat menjadi rumus kimia baru. Reaktan adalah unsur suatu reaksi, dan hasil akhir suatu reaksi adalah produk. Pada kenyataannya, perubahan kimia menyebabkan zat berubah dan menyusut. Misalnya, air dihasilkan dari campuran hidrogen dan oksigen.
