Lompat ke konten
Home » Blog » SMA – GEOGRAFI – Konsep Dasar Geografi Dan Pendekatannya

SMA – GEOGRAFI – Konsep Dasar Geografi Dan Pendekatannya

Materi :
Konsep Dasar Geografi Dan Pendekatannya
Sub Materi :
1. Pendekatan Kompleks Wilayah
2.Pendekatan Kompleks Ekologi
3. Pendekatan Kompleks Keruangan
4. Konsep Geografi

Pengantar Materi

Konsep dasar geografi adalah pola abstrak tentang gejala-gejala bumi, seperti lokasi, jarak, pola, dan interaksi, sedangkan pendekatan geografi adalah cara atau sudut pandang untuk mengkaji fenomena geosfer menggunakan konsep-konsep tersebut. Tiga pendekatan utama dalam geografi adalah pendekatan keruangan (spasial) yang fokus pada lokasi dan pola; pendekatan kelingkungan (ekologi) yang fokus pada hubungan antara fenomena geosfer dengan lingkungannya; dan pendekatan kompleks wilayah (regional) yang memandang wilayah sebagai satu kesatuan terpadu.

Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kompleks wilayah dalam geografi adalah perpaduan dari pendekatan keruangan dan ekologis. Pendekatan kompleks wilayah juga disebut dengan pendekatan kewilayahan. Dalam pendekatan kompleks wilayah, analisis tertuju pada kajian komprehensif terhadap suatu wilayah yang meliputi aspek fisik dan aspek sosial (manusia).  Contoh pendekatan kompleks wilayah

Gambar 1.1. Ilustrasi Pendekatan Kompleks Wilayah

  •  Analisis soal bencana banjir di kawasan DKI Jakarta
  • Perencanaan pembangunan kawasan industri baru di 4 daerah Sumatera
  • Pengelolaan hutan mangrove di Pesisir Pantai Provinsi Riau
  • Pengembangan destinasi wisata baru di Yogyakarta
  • Analisis soal bencana banjir lahar dingin di sepanjang bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta
  • Analisis soal bencana banjir rob di Kota Semarang

Pendekatan Kompleks Ekologi

Pendekatan Ekologis adalah pendekatan di kajian geografi yang menganalisis keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel lingkungan yang ada. Fokus kajian dalam pendekatan ekologis terletak pada interaksi antara manusia dengan lingkungan (alam). Itulah kenapa, dipakai istilah pendekatan ekologis.

1. Pertanyaan Khas Dalam Geografi

Keenam pertanyaan geografi itu adalah sebagai berikut:

  • What (apa): untuk mengetahui jenis fenomena alam yang terjadi
  • When (kapan): untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena alam
  • Where (di mana): untuk mengetahui tempat fenomena alam berlangsung
  • Why (mengapa): untuk mengetahui penyebab terjadinya fenomena alam
  • Who (siapa): untuk mengetahui pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena alam.
  • How (bagaimana): untuk mengetahui proses terjadinya fenomena alam
2. Contoh Pendekatan Ekologis

Berikut ini contoh pendekatan ekologis:

  • Pertanian berkelanjutan dengan pengelolaan air secara efisien
  • Restorasi ekosistem kawasan hutan
  • Pengelolaan sampah dengan mengurangi penggunaan plastik
  • Desain pembangunan transportasi umum ramah lingkungan
  • Konservasi keanekaragaman flora dan fauna melalui suaka margasatwa
  • Pendidikan lingkungan dengan mengintegrasikan kesadaran ekologis melalui kurikulum pendidikan

Pendekatan Kompleks Keruangan

Pendekatan Keruangan adalah pendekatan dalam bidang geografi yang menganalisis gejala-gejala atau fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang. Jadi, pendekatan keruangan berfokus kepada analisa sintesis tentang variasi perbedaan lokasi di permukaan bumi, dan faktor-faktor dominan yang memengaruhi perbedaan tersebut.

Contoh Pendekatan Keruangan

Berikut ini beberapa contoh pendekatan keruangan di sekitar masyarakat:

  • Analisis ketersediaan sumber daya di suatu wilayah pemukiman penduduk.
  • Pemetaan pola pemukiman berdasarkan ketersediaan lahan di suatu wilayah.
  • Analisis penyebab penyakit DBD di suatu wilayah
  • Analisis pola persebaran penyakit COVID-19 di suatu wilayah
  • Analisis penentuan lokasi pembangunan jalan tol antarwilayah tertentu

Konsep Geografi

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), geografi merupakan ilmu tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.

1. Konsep Lokasi

Konsep lokasi dalam geografi merujuk pada kedudukan suatu objek di permukaan bumi. Lokasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah letak tetap yang diukur berdasarkan garis lintang dan bujur, seperti letak astronomis Indonesia di antara 6º LU-11º LS dan 95º BT-141º BT.

2. Konsep Jarak

Konsep jarak berkaitan dengan ruang antara dua objek. Jarak absolut diukur dalam satuan panjang, seperti kilometer. Misalnya, jarak absolut antara Jakarta dan Bandung adalah 152 km. Sementara itu, jarak relatif diukur dalam satuan waktu dan dipengaruhi oleh kemudahan transportasi. Contohnya, perjalanan dari Jakarta ke Bandung dengan mobil memakan waktu sekitar 2 jam 18 menit. Jarak digital juga penting karena memungkinkan komunikasi cepat antar individu melalui internet.

3. Konsep Keterjangkauan

Keterjangkauan mengacu pada kemudahan mencapai suatu tempat, yang dipengaruhi oleh sarana transportasi dan kondisi geografis. Keterjangkauan bisa berubah seiring perkembangan teknologi. Contohnya, sebelum adanya Jembatan Suramadu, Pulau Madura hanya bisa dijangkau dengan transportasi laut. Kini, dengan adanya jembatan tersebut, mobilitas menjadi lebih mudah karena bisa menggunakan transportasi darat.

4. Konsep Pola

Konsep pola mengacu pada susunan atau penyebaran fenomena di permukaan bumi yang bersifat berulang. Contoh pola adalah pola pemukiman yang memanjang mengikuti aliran sungai atau pola pemukiman yang mengelompok di dataran tinggi. Pola ini memudahkan penamaan dan pengidentifikasian fenomena geografi, seperti permukiman di tepian sungai yang mengikuti garis sungai.

5. Konsep Morfologi

Morfologi berhubungan dengan bentuk permukaan bumi dan hasil dari proses erosi serta pengendapan. Konsep ini membantu dalam menilai potensi suatu lahan. Contohnya, membangun rumah di lahan rawa seperti di Jakarta Utara akan berisiko mengalami banjir karena lahan rawa merupakan dataran rendah yang mudah tergenang saat hujan.

6. Konsep Nilai Kegunaan

Nilai kegunaan mengacu pada manfaat atau fungsi suatu tempat bagi makhluk hidup. Setiap lokasi memiliki nilai kegunaan yang berbeda-beda. Misalnya, kawasan di Kota Batu dengan bentuk morfologi perbukitan sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata karena udaranya sejuk dan pemandangannya indah. Di pusat kota, harga tanah tinggi karena memiliki nilai guna untuk keperluan perdagangan, perkantoran, dan wisata.

7. Konsep Aglomerasi

Konsep aglomerasi menjelaskan pengelompokan fenomena atau objek di suatu kawasan. Pengelompokan ini sering dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Contoh konsep aglomerasi adalah kegiatan industri yang terpusat di kawasan Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Pengelompokan ini membantu dalam pengelolaan dan perkembangan industri di wilayah tersebut.

8. Konsep Interaksi dan Interdependensi

Konsep interaksi dan interdependensi mencakup keterkaitan dan ketergantungan antara wilayah atau fenomena. Contoh dari konsep ini adalah hubungan antara desa dan kota. Desa menyuplai tenaga kerja untuk kota, sementara kota menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan desa. Di Jawa Tengah misalnya, desa-desa di sekitar Semarang menyediakan tenaga kerja untuk industri, sementara Kota Semarang menyuplai barang industri dan transportasi untuk desa-desa sekitarnya.

9. Konsep Diferensiasi Area

Konsep diferensiasi area menunjukkan keunikan atau karakteristik khas dari suatu wilayah. Setiap daerah memiliki perbedaan dalam karakteristiknya. Contohnya, penduduk di daerah pantai umumnya berprofesi sebagai nelayan, sedangkan di pegunungan, seperti di Dieng, mayoritas penduduknya adalah petani. Ini menunjukkan perbedaan profesi yang terkait dengan lingkungan tempat tinggal.

10. Konsep Keterkaitan Keruangan

Keterkaitan keruangan melihat hubungan antara penyebaran unsur di suatu tempat dengan unsur lain di sekitarnya. Hal ini bisa mempengaruhi terjadinya hubungan sebab-akibat.

Simpulan Materi

konsep dasar geografi berfokus pada pendekatan dan konsep yang digunakan untuk memahami fenomena di permukaan bumi. Terdapat tiga pendekatan geografi: pendekatan kompleks wilayah (analisis komprehensif suatu wilayah), pendekatan ekologis (interaksi antara manusia dan lingkungan), dan pendekatan keruangan (analisis penyebaran fenomena). Teks juga menjelaskan sepuluh konsep geografi utama, seperti lokasi (kedudukan suatu objek), jarak (ruang antara dua objek), keterjangkauan (kemudahan mencapai tempat), pola (susunan fenomena yang berulang), morfologi (bentuk permukaan bumi), nilai kegunaan, aglomerasi (pengelompokan fenomena), interaksi dan interdependensi, diferensiasi area (keunikan wilayah), dan keterkaitan keruangan.

Latihan Soal

Soal Pilihan Ganda

  1. Berikut ini adalah salah satu pendekatan dalam geografi yang merupakan perpaduan dari pendekatan keruangan dan ekologis adalah…

    a. pendekatan kompleks wilayah

    b. pendekatan kompleks ekologi

    c. pendekatan kompleks keruangan

    d. pendekatan kompleks geografi

  2. Berikut ini yang merupakan salah satu contoh dari pendekatan keruangan adalah…

    a. analisis ketersediaan sumber daya di suatu wilayah

    b. restorasi ekosistem kawasan hutan

    c. pengelolaan sampah dengan mengurangi penggunaan plastik

    d. analisis soal bencana banjir lahar dingin

  3. Menurut teks, konsep yang merujuk pada kedudukan suatu objek di permukaan bumi adalah…

    a. konsep jarak

    b. konsep lokasi

    c. konsep pola

    d. konsep morfologi

  4. Konsep geografi yang mengacu pada susunan atau penyebaran fenomena di permukaan bumi yang bersifat berulang adalah…

    a. konsep interaksi

    b. konsep diferensiasi

    c. konsep pola

    d. konsep aglomerasi

  5. Pendekatan di kajian geografi yang menganalisis keterkaitan antara fenomena geosfer tertentu dengan variabel lingkungan yang ada adalah…

    a. pendekatan kompleks keruangan

    b. pendekatan kompleks wilayah

    c. pendekatan kompleks ekologi

    d. pendekatan kompleks geografi

Soal Essay

  1. Jelaskan perbedaan mendasar antara pendekatan kompleks wilayah dan pendekatan kompleks ekologi.

  2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan keruangan.

  3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep lokasi dan berikan contohnya.

  4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsep keterjangkauan.

  5. Apa saja tiga pendekatan geografi yang dijelaskan?

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *