Lompat ke konten
Home » Blog » SMP – IPS – Perjalanan Sejarah Indonesia

SMP – IPS – Perjalanan Sejarah Indonesia

Materi :
Perjalanan Sejarah Indonesia
Sub Materi :
1. Masa Hindu-Buddha
2. Masa Islam

Pengantar Materi

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia dimulai dari zaman prasejarah, dilanjutkan dengan berdirinya kerajaan-kerajaan maritim dan Hindu-Buddha (seperti Sriwijaya dan Majapahit), masa perkembangan kerajaan Islam (seperti Demak dan Mataram), lalu periode penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Belanda, dan Jepang) yang berakhir dengan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 melalui perjuangan bangsa, serta dilanjutkan dengan masa revolusi dan pembentukan negara hingga sekarang.

Masa Hindu-Buddha

Gambar 1.1. Salah Satu Peninggalan Hindu-Budha

Antara abad ke 4 hingga abad ke 16 di berbagai wilayah nusantara berdiri berbagai kerajaan yang bercorak agama Hindu dan Buddha. Sejak masuknya agama Hindu dan Buddha, masyarakat prasejarah Nusantara yang sebelumnya memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme beralih memeluk agama Hindu dan Buddha. Beberapa pengaruh Hindu-Buddha dalam terbentuknya Indonesia yaitu :

1. Pengaruh dalam Bidang Politik

Salah satu pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia dalam bidang politik adalah penerapan konsep mandala. Pada masa Hindu-Buddha, konsep mandala digunakan untuk menggambarkan pola penyebaran pengaruh kekuasaan politik terhadap kerajaan-kerajaan yang berkuasa pada masa Hindu-Buddha.

2. Pengaruh dalam Bidang Ekonomi Perdagangan

Sejak masa kerajaan Hindu-Buddha, Nusantara sudah mengenal sistem mata uang. Misalnya, di Kerajaan Majapahit menggunakan uang gobog. Selain itu, masyarakat Nusantara juga sudah punya  mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Pengaruh dalam Bidang Kesenian

Dalam bidang kesenian, kebudayaan Hindu-Buddha masih berpengaruh hingga sekaran. Misalnya seperti pertunjukan wayang. Dalam seni musik, peninggalan dan pengaruh dari kebudayaan Hindu-Buddha adalah pertunjukkan musik gamelan. Dalam bidang seni rupa, kamu masih bisa menyaksikan karya seni yang dibuat pada masa kerjaan Hindu-Buddha, seperti relief-relief yang terpatri di Candi Borobudur, arca atau patung, hingga seni batik.

4. Pengaruh dalam Bidang Arsitektur

Gambar 1.2. Ilustrasi Pengaruh dalam Bidang Arsitektur

Salah satu pengaruh yang masih bertahan hingga saat ini adalah arsitektur pada bangunan di masa lalu yang banyak digunakan oleh bangunan masa kini. Beberapa bagian bangunan yang terpengaruh adalah pembagian bangunan dan halaman, atap bangunan, dan gapura.

5. Pengaruh dalam Bidang Aksara, Bahasa, dan Sastra

Gambar 1.3. Contoh Peninggalan Prasasti

Berkembangnya bahasa Sanskerta dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan prasasti yang menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta. Akhirnya, beberapa kata dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Sanskerta seperti:

  • durhaka dari kata drohaka.
  • bahagia dari kata bhagya.
  • istana dari kata astana.
  • kendi dari kata kundi.
  • bencana dari kata vāñcana.
  • sarjana dari kata sajjana.
  • manusia dari kata manusya.
  • tirta berarti air.
  • eka, dwi, tri berarti satu, dua, tiga.

Masa Islam

Gambar 1.4. Masjid Agung Demak

Islam di Indonesia adalah agama terbesar dengan persentase 87,02% penduduk Indonesia mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim dalam survei tahun 2018. Proses akulturasi antara kebudayaan sebelum dan sesudah agama Islam masuk ke Nusantara menghasilkan peninggalan-peninggalan berbentuk fisik dan seni juga karya sastra. Beberapa peninggalan dari kerajaan bercorak Islam di Nusantara adalah sebagai berikut.

1. Masjid dan Menara

Masjid kuno di Indonesia mempunyai ciri khas tertentu:

  • Atapnya tumpang atau bersusun, di mana ukurannya semakin kecil di bagian atasnya, dengan puncak berbentuk limas. Jumlah tumpang biasanya ganjil. Ada juga tumpang dua yang disebut meru.
  • Tidak mempunyai menara sebagai tempat mengumandangkan adzan saat itu. Waktu salat ditandai dengan memukul kentongan atau bedug.
  • Masjid biasanya didirikan di dekat istana kerajaan atau di ibukota. Ada pula masjid yang dikeramatkan dan dibangun di dekat makam atau di atas bukit.
2. Makam

Bentuk peninggalan Kerajaan Islam berikutnya adalah makam. Makam yang ada di tempat tinggi atau di atas bukit menunjukkan pengaruh tradisi tentang kepercayaan terhadap roh nenek moyang yang sudah dimulai sejak masa Megalitikum.

3. Seni Ukir

Seni ukir, melukis makhluk hidup, dan patung tidak diperbolehkan pada masa perkembangan Islam di zaman Madya. Karena itulah, seni patung di Nusantara saat itu kurang berkembang. Tetapi, sesudah zaman Madya, seni patung kembali berkembang.

4. Seni Sastra dan Aksara

Penyebaran Islam di Nusantara mempengaruhi perkembangan di bidang tulisan atau aksara. Saat itu, masyarakat sudah menggunakan huruf Arab atau abjad untuk menulis. Huruf Arab juga dipakai dalam seni ukir.

5. Kesenian

Penyebaran agama Islam saat itu juga menghasilkan beberapa kesenian, di antaranya adalah:

  • Permainan debus atau tarian di mana penari menusukkan benda tajam ke tubuhnya tanpa menghasilkan luka. Tarian ini dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran dan Shalawat Nabi.
  • Seudati adalah tarian dari Aceh. Seudati artinya adalah permainan orang besar yang juga sering disebut dengan Saman atau delapan. Tarian ini sebenarnya terdiri dari delapan penari, dan mereka akan menyanyikan lagu Shalawat Nabi.
  • Wayang atau pertunjukan wayang kulit sudah dimulai sejak masa penyebaran agama Hindu, tapi masih terus berkembang pada masa penyebaran agama Islam.
6. Kalender

Pada tahun ke tiga pemerintahan Khalifah Umar Bin Khattab, beliau mencoba untuk membenahi kalender Islam. Hitungan tahun didasarkan pada peredaran bulan. Umar menetapkan bahwa tahun 1 Hijriyah jatuh pada tanggal 14 September 622 M.

Simpulan Materi

Perjalanan sejarah Indonesia ditandai dengan masa Hindu-Buddha yang memberikan pengaruh besar pada bidang politik, ekonomi, kesenian, arsitektur, dan bahasa, dengan peninggalan seperti Candi Borobudur. Selanjutnya, masuknya agama Islam menghasilkan akulturasi budaya yang menciptakan peninggalan-peninggalan khas, seperti arsitektur masjid tumpang, makam, seni sastra dengan huruf Arab, dan berbagai kesenian baru yang menunjukkan perpaduan budaya.

 

Latihan Soal

Soal Pilihan Ganda

1. Berikut ini adalah salah satu pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha dalam bidang kesenian, yaitu…

a. penggunaan uang gobog
b. pertunjukan musik gamelan
c. penggunaan aksara Pallawa
d. konsep mandala

2. Peninggalan arsitektur masjid kuno di Indonesia memiliki ciri khas tertentu, yaitu…

a. memiliki menara yang tinggi
b. atapnya bersusun dengan jumlah ganjil
c. didirikan di tengah kota
d. hanya menggunakan satu atap

3. Peralihan kepercayaan masyarakat prasejarah Nusantara dari animisme dan dinamisme menjadi Hindu-Buddha terjadi pada abad…

a. ke-2 hingga ke-5
b. ke-4 hingga ke-16
c. ke-17 hingga ke-18
d. ke-19 hingga ke-20

4. Makam-makam kuno pada masa perkembangan Islam yang didirikan di tempat tinggi atau di atas bukit menunjukkan adanya pengaruh dari…

a. tradisi kepercayaan terhadap roh nenek moyang
b. ajaran Islam dari Arab
c. pengaruh seni patung
d. tradisi seni ukir

5. Penemuan peninggalan prasasti yang menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta membuktikan adanya pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha dalam bidang…

a. ekonomi
b. politik
c. arsitektur
d. aksara, bahasa, dan sastra

Soal Essay

1. Jelaskan konsep mandala yang merupakan salah satu pengaruh Hindu-Buddha dalam bidang politik.

2. Bagaimana pengaruh Islam dalam bidang aksara dan sastra di Nusantara?

3. Jelaskan bagaimana Wayang dapat menjadi peninggalan dari dua masa sejarah yang berbeda, yaitu Hindu dan Islam.

4. Apa yang membedakan arsitektur masjid kuno di Indonesia dengan arsitektur masjid pada umumnya di Timur Tengah?

5. Sebutkan tiga kata dalam bahasa Indonesia yang berasal dari serapan bahasa Sanskerta.

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *