Lompat ke konten
Home » Blog » SD – Bahasa Indonesia – Tanda Baca Dasar

SD – Bahasa Indonesia – Tanda Baca Dasar

Materi :
Tanda Baca Dasar
Sub Materi :
1. Pengertian Tanda Baca
2. Tanda Baca Pemberhentian Dan Pemisah
3. Tanda Baca Seru Dan Tanya
4. Tanda Baca Penghubung Dan Jeda Panjang
5. Tanda Baca Pengapit Dan Tambahan

Pengantar Materi

Tanda baca adalah simbol-simbol grafis yang digunakan dalam tulisan untuk membantu memperjelas makna, menunjukkan struktur, intonasi, jeda, dan pemisahan antara bagian-bagian kalimat, sehingga teks lebih mudah dibaca, dipahami, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman pembaca. Fungsinya vital untuk membuat tulisan menjadi kohesif dan bermakna, dengan contoh umum seperti titik (.), koma (,), tanda tanya (?), dan tanda seru (!), menurut sumber 2, 4, 9, dan 11.

Pengertian Tanda Baca

Tanda baca adalah simbol-simbol grafis yang tidak memiliki hubungan langsung dengan suara, kata, atau frasa dalam suatu bahasa secara fonetis. Namun, tanda baca memegang peranan krusial dalam komunikasi tulis. Simbol-simbol ini berfungsi sebagai petunjuk struktur tulisan, memberikan intonasi yang tepat saat dibaca, serta menentukan jeda agar makna sebuah kalimat tidak mengalami ambiguitas atau salah tafsir.

Tanda Baca Pemberhentian Dan Pemisah

1 Tanda Baca Titik (.)

Tanda titik adalah penanda pemberhentian paling dasar. Selain sebagai akhir kalimat, tanda ini memiliki fungsi teknis dalam penulisan angka dan referensi.

  • Penanda Akhir Kalimat: Digunakan pada akhir kalimat pernyataan (berita).
    • Contoh: Ayah baru saja berangkat ke Yogyakarta.
  • Penulisan Bagan atau Daftar: Digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan/ikhtisar.
    • Contoh: II. Provinsi Jawa Barat.
  • Pemisah Penanda Waktu: Digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik.
    • Contoh: Pukul 06.05 (Pukul 6 lewat 5 menit).
  • Penunjukkan Jangka Waktu: Digunakan untuk menunjukkan durasi.
    • Contoh: 01.03.47 (1 jam 3 menit 47 detik).
  • Memperjelas Bilangan Ribuan: Digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
    • Contoh: Kasus COVID-19 tembus 1.000.000 kasus.
    • Catatan: Tidak digunakan untuk angka yang tidak menyatakan jumlah (seperti tahun atau nomor rekening). Contoh: Tahun 2024.
  • Penulisan Referensi (Daftar Pustaka): Digunakan setelah nama penulis, judul (tanpa tanda tanya/seru), dan tempat terbit.
  • Aturan Larangan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul karangan, kepala tabel, atau alamat penerima/tanggal di kepala surat.
2 Tanda Baca Koma (,)

Tanda koma berfungsi untuk memberikan jeda pendek dan memisahkan unsur-unsur dalam kalimat yang setara.

  • Pemerincian: Digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
    • Contoh: Ibu membeli garam, gula, dan kecap.
  • Perbandingan Kalimat: Digunakan sebelum kata hubung pertentangan (tetapi, melainkan, namun).
  • Pemisah Anak Kalimat: Digunakan jika anak kalimat mendahului induk kalimat.
    • Contoh: Jika hari hujan, saya tidak akan pergi.
  • Kata Penghubung Antarkalimat: Digunakan di belakang kata seperti oleh karena itu, jadi, meskipun begitu.
  • Identitas dan Alamat: Digunakan untuk memisahkan tempat, tanggal, dan bagian-bagian alamat.
    • Contoh: Jakarta, 13 April 2021.
  • Gelar Akademik: Digunakan di antara nama orang dan gelar akademik untuk membedakannya dari singkatan nama keluarga.
    • Contoh: Hani Ammariah, S.Si.
  • Penulisan Desimal: Digunakan pada angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen.
    • Contoh: 17,2 km; Rp90,50.
  • Keterangan Tambahan (Aposisi): Digunakan untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
3 Tanda Baca Titik Koma (;)

Tanda titik koma merupakan perantara antara koma dan titik.

  1. Memisahkan Bagian Kalimat: Digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara.
  2. Pengganti Kata Hubung: Digunakan sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk.
    • Contoh: Ayah membaca koran; Ibu merajut sweter.
4 Tanda Baca Titik Dua (:)
  1. Akhir Pernyataan Lengkap: Digunakan pada akhir pernyataan yang diikuti perincian atau penjelasan.
    • Contoh: Kami membawa alat tulis: pensil, pena, dan penghapus.
  2. Sesudah Kata/Ungkapan: Digunakan dalam daftar yang memerlukan pemerian (seperti struktur kepanitiaan).
  3. Kutipan Drama: Digunakan setelah nama tokoh dalam teks drama.
  4. Identitas Penerbit: Digunakan di antara jilid/nomor dan halaman, bab dan ayat kitab suci, atau nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.
  5.  

Tanda Baca Seru Dan Tanya

1 Tanda Baca Seru (!)

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

  • Contoh Perintah: Matikan lampu itu sekarang!
  • Contoh Emosi: Astaga! Indah sekali pemandangan ini!
2 Tanda Baca Tanya (?)

Tanda tanya digunakan pada akhir kalimat tanya untuk mendapatkan informasi.

  • Penggunaan Standar: Kapan kamu pulang?
  • Dalam Tanda Kurung (?): Digunakan untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan kebenarannya.
    • Contoh: Monumen ini dibangun pada tahun 1640 (?).

Tanda Baca Penghubung Dan Jeda Panjang

1 Tanda Baca Hubung (-)

Tanda hubung digunakan untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris atau menyambung unsur kata.

  1. Kata Ulang: Menyambung unsur kata ulang (anak-anak, berlari-lari).
  2. Penyambung Tanggal/Huruf: (17-08-1945).
  3. Merangkai Unsur Berbeda: Digunakan antara huruf kapital dengan non-kapital atau angka (se-Indonesia, era 90-an).
  4. Bahasa Asing: Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan bahasa asing (di-backup).
2 Tanda Baca Pisah (—)

Tanda pisah secara visual lebih panjang dari tanda hubung.

  • Penyisipan Keterangan: Membatasi penyisipan kata yang memberikan penjelasan di luar bangun kalimat.
  • Arti “Sampai Dengan”: Digunakan di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat.
    • Contoh: 2020—2024; Jakarta—Bandung.
3 Tanda Baca Elipsis (...)

Tanda ini sering disebut titik-titik.

  1. Kalimat Terputus: Menunjukkan bahwa suatu kalimat tidak selesai atau terputus-putus.
  2. Bagian yang Dihilangkan: Menunjukkan bahwa ada bagian dalam naskah yang sengaja dihilangkan.

Tanda Baca Pengapit Dan Tambahan

1 Tanda Baca Kurung ( ( ) )
  • Mengapit Tambahan Keterangan: Menjelaskan istilah yang bukan pokok kalimat.
  • Abreviasi: Mengapit singkatan atau nama lengkap (Kemenkeu (Kementerian Keuangan)).
2 Tanda Baca Kurung Siku ([ ])
  • Keterangan dalam Kurung: Mengapit keterangan yang sudah berada di dalam tanda kurung sebelumnya.
  • Koreksi Naskah: Menandai tambahan huruf atau kata sebagai koreksi pada naskah asli.
3 Tanda Baca Petik (" ") dan Petik Tunggal (' ')
  • Petik Ganda: Mengapit petikan langsung, judul lagu/artikel, atau istilah ilmiah yang kurang dikenal.
  • Petik Tunggal: Mengapit petikan yang berada di dalam petikan lain, atau mengapit makna/terjemahan kata asing.
    • Contoh: “Kau dengar bunyi ‘boom’ tadi?” tanya Budi.
4. Tanda Baca Garis Miring (/)
  • Pengganti Kata Hubung: Berarti dan, atau, atau tiap (per).
  • Nomor Surat: Digunakan dalam penomoran kode surat resmi.
5 Tanda Baca Apostrof (')
  • Kata Khusus: Digunakan untuk penulisan nama atau kata serapan tertentu (Al-Qur’an).
  • Penghilangan Bagian Kata: Menunjukkan angka atau huruf yang dihilangkan (Januari ’24).

Simpulan Materi

Latihan Soal

Soal Pilihan Ganda

1. Seorang editor menemukan paragraf berikut dalam naskah ilmiah siswa:

Penelitian ini dilakukan di tiga kota yaitu Bandung Surabaya dan Makassar. Data dikumpulkan pada pukul 07.30.15 hingga 09.45.20. Total responden mencapai 1,500 orang. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan namun belum dapat disimpulkan sebagai temuan final.

Jika paragraf tersebut harus diperbaiki sesuai kaidah tanda baca bahasa Indonesia yang benar, manakah perbaikan yang PALING tepat?

A. Penelitian ini dilakukan di tiga kota, yaitu Bandung, Surabaya dan Makassar. Data dikumpulkan pada pukul 07.30.15 hingga 09.45.20. Total responden mencapai 1.500 orang. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, namun belum dapat disimpulkan sebagai temuan final.

B. Penelitian ini dilakukan di tiga kota: yaitu Bandung, Surabaya, dan Makassar. Data dikumpulkan pada pukul 07,30,15 hingga 09,45,20. Total responden mencapai 1.500 orang. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan; namun belum dapat disimpulkan sebagai temuan final.

C. Penelitian ini dilakukan di tiga kota, yaitu: Bandung, Surabaya, dan Makassar. Data dikumpulkan pada pukul 07.30.15 hingga 09.45.20. Total responden mencapai 1.500 orang. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, namun belum dapat disimpulkan sebagai temuan final.

D. Penelitian ini dilakukan di tiga kota yaitu Bandung, Surabaya, dan Makassar. Data dikumpulkan pada pukul 07.30.15 hingga 09.45.20. Total responden mencapai 1.500 orang. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan namun, belum dapat disimpulkan sebagai temuan final.

E. Penelitian ini dilakukan di tiga kota, yaitu Bandung Surabaya dan Makassar. Data dikumpulkan pada pukul 07.30.15 sampai 09.45.20. Total responden mencapai 1.500, orang. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, namun belum dapat disimpulkan sebagai temuan final.


2. Perhatikan kutipan teks berikut:

Jika kebijakan ini diterapkan masyarakat harus memahami konsekuensinya oleh karena itu diperlukan sosialisasi yang intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Sebagai seorang penyunting, Anda diminta memperbaiki tanda baca pada kalimat tersebut agar sesuai dengan kaidah pemisahan anak kalimat dan penggunaan kata penghubung antarkalimat.

Perbaikan yang PALING tepat adalah:

A. Jika kebijakan ini diterapkan, masyarakat harus memahami konsekuensinya. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

B. Jika kebijakan ini diterapkan masyarakat harus memahami konsekuensinya. Oleh karena itu diperlukan sosialisasi, yang intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

C. Jika kebijakan ini diterapkan; masyarakat harus memahami konsekuensinya, oleh karena itu diperlukan sosialisasi yang intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

D. Jika kebijakan ini diterapkan, masyarakat harus memahami konsekuensinya, oleh karena itu diperlukan sosialisasi yang intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

E. Jika kebijakan ini diterapkan masyarakat harus memahami konsekuensinya; oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.


3. Seorang siswa menulis dialog drama sebagai berikut:

Ketua kelas berkata “Kita harus bekerja lebih keras untuk lomba ini”.
Bendahara menjawab “Saya sudah menyiapkan anggarannya”.

Jika teks tersebut harus disesuaikan dengan aturan tanda baca kutipan langsung dalam penulisan drama dan kalimat langsung, perbaikan yang PALING tepat adalah:

A. Ketua kelas berkata: “Kita harus bekerja lebih keras untuk lomba ini.”
Bendahara menjawab: “Saya sudah menyiapkan anggarannya.”

B. Ketua kelas berkata, “Kita harus bekerja lebih keras untuk lomba ini”.
Bendahara menjawab, “Saya sudah menyiapkan anggarannya”.

C. Ketua kelas berkata: “Kita harus bekerja lebih keras untuk lomba ini”.
Bendahara menjawab “Saya sudah menyiapkan anggarannya.”

D. Ketua kelas berkata “Kita harus bekerja lebih keras untuk lomba ini.”
Bendahara menjawab: “Saya sudah menyiapkan anggarannya”.

E. Ketua kelas berkata; “Kita harus bekerja lebih keras untuk lomba ini.”
Bendahara menjawab; “Saya sudah menyiapkan anggarannya.”


4. Dalam laporan penelitian sejarah tertulis kalimat berikut:

Periode 1945-1949 merupakan masa revolusi fisik Indonesia.

Namun, penulis bermaksud menunjukkan makna “sampai dengan” sesuai kaidah tanda baca yang benar.

Perbaikan yang paling sesuai dengan fungsi tanda pisah adalah:

A. Periode 1945, 1949 merupakan masa revolusi fisik Indonesia.
B. Periode 1945—1949 merupakan masa revolusi fisik Indonesia.
C. Periode 1945; 1949 merupakan masa revolusi fisik Indonesia.
D. Periode 1945:1949 merupakan masa revolusi fisik Indonesia.
E. Periode 1945/1949 merupakan masa revolusi fisik Indonesia.


5. Perhatikan kalimat berikut dalam artikel ilmiah:

Menurut data Kemenkeu (Kementerian Keuangan) pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada triwulan pertama.

Jika dianalisis dari segi ketepatan penggunaan tanda kurung dan tanda koma, perbaikan yang PALING tepat adalah:

A. Menurut data Kemenkeu (Kementerian Keuangan), pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada triwulan pertama.
B. Menurut data, Kemenkeu (Kementerian Keuangan) pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada triwulan pertama.
C. Menurut data Kemenkeu, (Kementerian Keuangan) pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada triwulan pertama.
D. Menurut data Kemenkeu (Kementerian Keuangan); pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada triwulan pertama.
E. Menurut data Kemenkeu (Kementerian Keuangan:) pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% pada triwulan pertama.

Soal Essay

6. Sebuah artikel opini siswa memuat paragraf berikut tanpa tanda baca yang tepat:

Pendidikan karakter sangat penting terutama di era digital ini banyak remaja terpapar informasi tanpa filter sehingga kemampuan berpikir kritis harus diperkuat selain itu peran keluarga sekolah dan masyarakat menjadi sangat menentukan dalam membentuk moral generasi muda

Analisislah kesalahan penggunaan tanda baca dalam paragraf tersebut. Jelaskan secara sistematis jenis tanda baca yang seharusnya digunakan serta alasan kaidahnya.


7. Jelaskan secara komprehensif perbedaan fungsi tanda hubung (-) dan tanda pisah (—) dalam konteks ilmiah dan nonilmiah. Sertakan minimal tiga contoh kalimat berbeda untuk masing-masing tanda dan jelaskan analisis kaidahnya.


8. Sebuah teks laporan memuat kalimat berikut:

Penelitian dilakukan di Jakarta 12 Mei 2023 dan melibatkan 2.500 responden dari berbagai latar belakang pendidikan yaitu SD SMP SMA dan Perguruan Tinggi.

Uraikan seluruh perbaikan tanda baca yang diperlukan dalam kalimat tersebut. Jelaskan alasan penggunaan setiap tanda baca berdasarkan kaidah yang berlaku.


9. Analisislah fungsi tanda koma dalam kalimat majemuk bertingkat dan kalimat majemuk setara. Buatlah masing-masing dua contoh kalimat kompleks, kemudian jelaskan perbedaan struktur sintaksis dan alasan penggunaan tanda koma pada setiap contoh.


10. Dalam penulisan karya ilmiah, ketepatan penggunaan tanda baca berpengaruh terhadap kejelasan makna dan validitas akademik. Jelaskan secara argumentatif bagaimana kesalahan penggunaan tanda titik, koma, dan titik dua dapat mengubah makna kalimat dalam konteks ilmiah. Sertakan contoh konkret beserta analisis perubahannya.

 

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *