Lompat ke konten
Home » Blog » SD – IPS – Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Lalu

SD – IPS – Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Lalu

Materi :
Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Lalu
Sub Materi :
1. Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Hindu-Buddha
2. Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Islam

Pengantar Materi

Aktivitas masyarakat masa lalu sangat bergantung pada lingkungan alam dan tingkat perkembangan teknologi, seperti berburu dan meramu, bercocok tanam subsisten, hingga sistem ekonomi barter sebelum modernisasi ekonomi. Selain itu, berbagai kegiatan sosial seperti berkumpul, bergotong royong, dan membentuk komunitas juga menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka, yang membentuk dasar-dasar hubungan dan budaya masyarakat.

Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Hindu-Buddha

Pada masa aksara, peradaban telah maju dengan banyak peninggalan tertulis, namun sayangnya beberapa di antaranya tidak terawat dan diperdagangkan secara ilegal.

Leluhur bangsa Indonesia memiliki kemampuan unik yang disebut local genius. Dengan sifat terbuka, mereka mampu memadukan budaya asing, seperti Hindu dan Buddha dari India, dengan budaya asli tanpa kehilangan identitas mereka. Proses adaptasi dan penyaringan budaya ini patut menjadi contoh.

Penyebaran budaya India di Nusantara tidak diketahui secara pasti, tetapi dapat dipelajari melalui berbagai teori yang menjelaskan bagaimana kearifan lokal bangsa Indonesia berperan dalam melestarikan budaya asli sambil menerima pengaruh baru.

1. Kerajaan Kutai Martadipura: Gerbang Masa Sejarah Nusantara

Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan Timur, di tepi Sungai Mahakam dan dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti berbentuk Yupa. Parasasti Yupa bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sansekerta. Huruf Pallawa tersebut diidentifikasi bentuk dan jenisnya berasal dari sekitar tahun 400 M.

2. Kerajaan Tarumanagara: Penanda Peradaban Sejarah Nusantara di Pulau Jawa

Pada sekitar tahun 400-500 M, di Jawa Barat terdapat kerajaan Tarumanagara. Raja yang berkuasa adalah Purnawarman. Kerajaan Tarumanagara diidentifikasi dari berbagai penemuan dari prasasti di Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten (Bogor) dan Tugu, Cilincing (Jakarta). Sementara di desa Lebak, Banten Selatan ditemukan Prasasti Munjul. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta yang diubah dalam bentuk syair.

3. Kedatuan Sriwijaya: Sang Penguasa Perairan Nusantara

Sriwijaya adalah sebuah kerajaan maritim yang berkembang pesat di Indonesia pada abad ke-7. Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit, Dapunta Hyang memimpin ekspedisi laut yang berhasil menaklukkan beberapa wilayah, membawa kemakmuran bagi kerajaannya.

Meskipun lokasi pusatnya tidak diketahui secara pasti, kekuasaan Sriwijaya diperkirakan mencakup seluruh Sumatra, Semenanjung Malaya, bahkan hingga Jawa bagian barat. Posisi geografisnya yang strategis di Samudra Hindia dan Selat Malaka didukung oleh kekuatan armada laut yang tangguh, menjadikannya kekuatan dominan di wilayah tersebut.

4. Kerajaan Mataram Kuno: Nuansa Kemewahan Peradaban Nusantara di Pulau Jawa

Kerajaan Mataram Kuno mulai dikenal melalui prasasti yang ditemukan di Desa Canggal (barat daya Magelang). Prasasti ini ditulis dalam huruf Pallawa dan diterjemahkan dalam bahasa Sanskerta yang indah dengan bertuliskan angka 732M. Isi dari Prasasti Canggal memperingati pendirian sebuah lingga (lambang Siwa) di daerah Kunjarakunjha oleh Sanjaya.

Di Kerajaan Mataram, dua wangsa—Sanjaya dan Syailendra—bersatu pada pertengahan abad ke-9 melalui pernikahan Rakai Pikatan (Sanjaya) dan Pramodawardhani (Syailendra).

Sebagai simbol persatuan ini, dibangun Candi Plaosan. Candi ini menjadi bukti perpaduan dua keluarga dan dua agama (Hindu dan Buddha) dalam satu bangunan, mencerminkan harmonisasi di antara mereka.

5. Kerajaan Singhasari: Pendiri Dinasti Penguasa Nusantara

Raja pertama Kerajaan Singhasari adalah Ken Arok. Kitab Pararaton dan Negarakrtagama menyebutkan, Ken Arok semula anak orang biasa dari Desa Pangkur. Ia lahir dari seorang anak petani yang kawin dengan dewa. Setelah itu, ia diangkat anak oleh seorang pendeta yang mengabdi di Tumapel. Penguasa di Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ken Arok jatuh cinta kepada istri dari Tunggul Ametung yaitu Ken Dedes.

6. Kerajaan Majapahit: Supremasi Kejayaan Nusantara

Raden Wijaya, pendiri Majapahit yang bijaksana, wafat pada tahun 1309. Tahta kemudian dilanjutkan oleh putranya, Jayanegara, yang menghadapi berbagai pemberontakan akibat ketidakpuasan politik.

Setelah Jayanegara wafat tanpa keturunan pada tahun 1328, tahta diserahkan kepada putri tirinya, Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani. Pada masa pemerintahannya, pemberontakan kembali terjadi, tetapi berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada, yang kemudian diangkat menjadi mahapatih.

Aktivitas Kehidupan Masyarakat Masa Islam

Peradaban Hindu-Buddha mengalami kemunduran salah satunya karena penyebaran Islam yang sudah sampai di Nusantara. Islam sebagai sebuah agama masuk dan berkembang pada masa Hindu-Buddha. Islam menggantikan peradaban Hindu-Buddha dan peradaban Islam masih dapat kalian rasakan manfaatnya hingga sekarang.

Islam yang telah masuk kemudian berkembang dengan pesat. Islam diterima oleh masyarakat Indonesia karena beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah Islam datang dengan damai, Islam tidak membeda-bedakan stratifikasi manusia berdasarkan kelas, metode ibadah umat Islam mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan banyak biaya. Islam juga didukung oleh beragam metode yang digunakan sebagai media dakwah untuk menyebarkan agama Islam. Berbagai media dakwah untuk penyebaran Islam adalah sebagai berikut.

1. Samudra Pasai: Garda Terdepan Nusantara

Samudra Pasai adalah kerajaan Islam pertama di ujung utara Sumatra. Pendirinya sekaligus sultan pertama adalah Sultan Malik al-Saleh, yang kemudian digantikan oleh putranya, Sultan Muhammad.

Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad (bergelar Malik al-Tahir), kerajaan ini dikunjungi oleh penjelajah Ibnu Battuta. Dalam catatannya, Ibnu Battuta menyebutkan bahwa Samudra Pasai memiliki pelabuhan yang sangat penting di Selat Malaka. Ia juga mencatat bahwa istana kesultanan diatur dengan pengaruh India dan beberapa pejabatnya berasal dari Persia, dengan patih yang bergelar “Amir”.

2. Aceh Darussalam: Benteng Tangguh Islam di Nusantara

Masa kejayaan Kerajaan Aceh terjadi di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M), yang berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke Bengkulu dan Kampar berkat kekuatan militer yang besar.

Setelah beliau wafat dan digantikan oleh menantunya, Iskandar Tani, kejayaan Aceh mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Keruntuhan ini disebabkan oleh beberapa faktor:

  • Perselisihan internal di antara keluarga kerajaan yang melemahkan kekuasaan.
  • Agresi Belanda yang berhasil merebut Malaka pada 1641 M dan mendominasi perairan Indonesia. Belanda kemudian menggunakan taktik adu domba dan hasutan untuk memecah belah daerah kekuasaan Aceh, yang akhirnya banyak melepaskan diri.
3. Demak: Tunas Supremasi Kejayaan Nusantara

Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak, memisahkan diri dari Majapahit setelah memeluk Islam. Dengan bantuan Jepara, Tuban, dan Gresik, Demak berhasil berdiri.

Putra Raden Patah, Pati Unus (dikenal juga sebagai Pangeran Sabrang Lor), mencoba menaklukkan Portugis di Malaka, namun gagal. Setelah menggantikan ayahnya selama tiga tahun, Pati Unus wafat.

Tahta kemudian dilanjutkan oleh Sultan Trenggono pada tahun 1564. Untuk menghadapi ancaman Portugis di pesisir Jawa, Sultan Trenggono menerima Fatahillah. Fatahillah, yang dinikahkan dengan adik Sultan Trenggono, menjadi sosok kunci dalam mengalahkan Portugis dan berhasil mengusir mereka dari pesisir Pulau Jawa.

4. Banten: Garda Pulau Jawa

Banten dikuasai oleh Fatahillah atas nama Kesultanan Demak. Wilayah kekuasaannya mencakup seluruh pantai utara hingga Cirebon, dengan tujuan memperkuat perdagangan. Setelah Fatahillah menyerahkan pemerintahan Banten kepada putranya, Hasanuddin, dan mengendalikan Cirebon, Banten terus berkembang.

Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan di bawah Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682 M). Pada masa ini, Banten menjadi pusat perdagangan lada, cengkeh, dan pala. Namun, kemunduran Banten dimulai karena tekanan dari Belanda yang berpusat di Batavia.

5. Makassar: Simbol Kegigihan Nusantara Melawan Supremasi Asing

Pada awal abad ke-17, Makassar mulai memasuki era peradaban Islam. Dua penguasa kerajaan kembar Gowa-Tallo, Karaeng Matoaya dan Daeng Manrabia, memeluk Islam pada tahun 1605. Karaeng Matoaya bergelar Sultan Abdullah (Awalul Islam) dan Daeng Manrabia bergelar Sultan Alauddin.

Keduanya, yang dikenal sebagai Dwitunggal Alauddin dan Abdullah, aktif mengislamkan rakyat dan memperluas kerajaan, menjadikan Gowa-Tallo sebagai kerajaan Islam pertama di Sulawesi. Sultan Alauddin kemudian digantikan oleh Sultan Muhammad Said, yang dikenal karena dukungannya terhadap perlawanan rakyat Maluku melawan penjajah dengan mengirimkan armada Gowa.

Simpulan Materi

Kehidupan masyarakat Indonesia masa lalu ditandai oleh perpaduan budaya lokal dengan pengaruh asing. Pada masa Hindu-Buddha, kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanagara, dan Sriwijaya menjadi pusat peradaban yang meninggalkan bukti-bukti tertulis dan bangunan monumental. Majapahit mencapai puncak kejayaan, sementara Mataram Kuno menampilkan harmoni antaragama. Setelah itu, masuknya Islam membawa pergeseran budaya yang diterima secara damai. Kerajaan-kerajaan seperti Samudra Pasai, Aceh, Demak, Banten, dan Makassar menjadi pusat-pusat kekuatan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan perlawanan terhadap kolonialisme.

Latihan Soal

Soal Pilihan Ganda

  1. Kerajaan Hindu-Buddha di Pulau Jawa yang peninggalannya berupa prasasti, seperti Prasasti Ciaruteun dan Prasasti Tugu, adalah…

    A. Kerajaan Kutai

    B. Kerajaan Sriwijaya

    C. Kerajaan Tarumanagara

    D. Kerajaan Mataram Kuno

  2. Sifat yang dimiliki oleh leluhur bangsa Indonesia sehingga mereka mampu memadukan budaya asing dengan budaya asli tanpa kehilangan identitas mereka disebut…

    A. Globalisme

    B. Humanisme

    C. Sinkretisme

    D. Local genius

  3. Kerajaan maritim yang berkuasa di Sumatra dan Semenanjung Malaya pada abad ke-7 dan dikenal dengan kekuatan armada lautnya adalah…

    A. Kerajaan Sriwijaya

    B. Kerajaan Majapahit

    C. Kerajaan Kutai

    D. Kerajaan Demak

  4. Berikut ini yang merupakan salah satu faktor utama penyebab keruntuhan Kerajaan Aceh Darussalam adalah…

    A. Perselisihan internal di antara keluarga kerajaan

    B. Serangan dari Kerajaan Demak

    C. Perang saudara

    D. Kurangnya kekuatan militer

  5. Kerajaan Islam pertama di Sulawesi yang didirikan oleh Karaeng Matoaya dan Daeng Manrabia adalah…

    A. Kerajaan Banten

    B. Kesultanan Makassar

    C. Kerajaan Gowa-Tallo

    D. Kesultanan Demak

Soal Essay

  1. Jelaskan mengapa Kerajaan Kutai Martadipura dianggap sebagai “Gerbang Masa Sejarah Nusantara”.

  2. Jelaskan peran Fatahillah dalam sejarah Kesultanan Banten dan Demak.

  3. Jelaskan mengapa Kerajaan Mataram Kuno dianggap mencerminkan harmoni antara dua agama yang berbeda.

  4. Jelaskan mengapa peradaban Islam dapat diterima dan berkembang dengan cepat di Indonesia.

  5. Apa yang membedakan Kerajaan Majapahit dari kerajaan sebelumnya dalam hal suksesi kepemimpinan?

Ingin Kembangkan Prestasi dan Kemampuanmu?

Yuk! Ikutan kompetisi online gratis dan terpercaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Profesional dan terdaftar di SIMT PUSPRESNAS berikut ini:

Mengapa Harus Daftar Kompetisi Kami?

Selain terdaftar di SIMT KURASI PUSPRESNAS, kami juga memiliki banyak keunggulan:

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran Kompetisi dan Olimpiade GRATIS tanpa syarat apapun.

Apresiasi Juara Gratis

Apresiasi juara juga GRATIS tanpa perlu membayar klaim hingga ratusan ribu loh.

Beasiswa hingga Kuliah

Tersedia Beasiswa Khusus Alumni yang diberikan hingga kuliah loh!.

Pendukung Japres & SNBP

Piagam bisa digunakan untuk Jalur Prestasi, Beasiswa dan SNBP loh.

Sudah Ribuan Alumni

Sudah diikuti banyak alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Dikelola secara Syariah

Pengelolaan hadiah dan apresiasi dikelola secara terpisah dan sesuai syariah.

Bantuan Kurasi Prestasi

Tersedia layanan bantuan dan panduan kurasi prestasi peserta loh.

Legalitas Terjamin

Lembaga penyelenggara telah terdaftar di kementerian dan SIMT Kurasi.

Tunggu apalagi? Ingin kejar tiket SPMB Jalur Prestasi atau SNBP di tahun depan? segera gabung dan daftarkan dirimu sekarang juga!. Prestasi itu tidak ada yang instan loh! Mulai dan persiapkan versi terbaikmu mulai dari sekarang juga!.

Alur Kurasi

Informasi Alur Kurasi Prestasi dan Informasi Penting

Pusat Data

Pusat Data alumni dan peserta setiap tahun dalam grafik

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *