Memangnya apa, sih, ciri hewan avertebrata? Nggak. Tidak selamanya avertebrata berasal dari laut dan enak dimakan. Kesamaan hewa avertebrata adalah: mereka merupakan makhluk yang tidak punya tulang belakang. Hewan avertebrata ini bisa dikategorikan ke dalam 6 kelompok besar: cacing, ubur-ubur dan terumbu karang, spons, arthropoda, Echinodermata, serta kerang-kerangan.
PENGERTIAN HEWAN AVETEBRATA
Hewan avertebrata atau invertebrata adalah hewan yang termasuk ke dalam jenis hewan yang tidak memiliki tulang punggung antar ruas-ruas tulang belakang. Invertebrata mencakup semua hewan kecuali hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, dan mamalia).
CIRI-CIRI HEWAN AVERTEBRATA
- Avertebrata adalah organisme multiseluler (tidak memiliki dinding sel).
- Avertebrata tidak memiliki tulang endoskeleton yang keras.
- Avertebrata cenderung bergerak lambat dan berukuran kecil karena kurangnya sistem tulang yang kompleks.
- Avertebrata tinggal di seluruh dunia dalam berbagai habitat.
- Tubuhnya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala, dada, dan perut.
- Avertebrata tidak memiliki paru-paru. Respirasi dilakukan menggunakan kulit.
- Beberapa kelompok avertebrata memiliki eksoskeleton keras dari kitin.
- Kebanyakan dari mereka bereproduksi secara seksual dengan fusi gamet jantan dan betina.
- Kebanyakan avertebrata diatur dengan organisasi tubuh simetris.
- Avertebrata tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
KLASIFIKASI HEWAN AVERTEBRATA
1. Filum Porifera
Porifera merupakan hewan yang memiliki pori-pori. Porifera belum memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Contoh hewan yang masuk ke dalam kategori porifera adalah sycon, clathrina, euspongia, dan spongia.
2. Filum Coelenterata
Coelenterata merupakan hewan yang berongga. Kebanyakan hewan berongga memberi keuntungan terhadap manusia. Kerangka tubuh coelenterata dapat membentuk karang yang melindungi pantai dari terjadinya abrasi. Contoh coelenterata adalah hydra, koral, dan polip.
3. Filum Platyhelmintes
Filum ini merupakan kelompok cacing pipih. Hewan ini memiliki struktur tubuh paling sederhana dibandingkan cacing filum lainnya. Contoh filum cacing pipih adalah cacing hati (Fasiola hepatica), cacing pita sapi (Taenia saginata), dan cacing pita babi (Taenia solium).
4. Filum Nemathelminthes (Nematoda)
Filum ini merupakan kelompok cacing benang. Tubuhnya berbentuk bulat panjang dan tidak memiliki segmen. Sebutan lain cacing ini adalah cacing giling. Ada Nemathelminthes yang hidup secara bebas, namun ada juga yang hidup sebagai parasit. Contohnya adalah cacing perut, cacing kremi, dan cacing tambang
5. Filum Annelida
Filum Annelida merupakan kelompok cacing yang tubuhnya bersegmen menyerupai cincin dan gelang. Kebanyakan ditemukan di daerah tanah gembur hingga tumpukan sampah tumbuh-tumbuhan. Contoh hewan yang masuk ke dalam filum ini adalah cacing tanah, caing palolo, lintah, dan pacet.
6. Filum Mollusca
Mollusca merupakan hewan bertubuh lunak dan tidak beruas-ruas. Mollusca dapat digunakan sebagai bahan makanan dan sumber protein hewan. Mollusca juga dapat digunakan sebagai penghasil mutiara. Contoh filum ini adalah gurita, kerang, siput darat, sotong, dan chiton.
7. Filum Arthropoda
Filum ini merupakan hewan yang memiliki kaki bersendi atau beruas-ruas. Arthropoda dapat digunakan sebagai bahan makanan yang mengandung protein. Mereka diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu:• Insecta: kecoa, nyamuk, dan lalat.• Crustaceae: ketam, udang, dan kepiting.• Arachnoidea: laba-laba dan kalajengking.• Myriapoda: lipan dan kaki seribu.
8. Filum Echinodermata
Filum ini merupakan hewan-hewan yang memiliki kulit berduri. Habitat kelompok hewan ini ada di laut. Beberapa Echinodermata dimanfaatkan sebagai makanan seperti kerupuk teripang dan ada juga yang dimanfaatkan sebagai hiasan. Contoh Echinodermata adalah bintang laut, landak laut, dan teripang.(VIO)
FILUM-FILUM HEWAN INVERTEBRATA
FILUM PROTOZOA
Protozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, Protozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksuan atau generatif konjugasi. Filum Protozoa terbagi menjadi beberapa kelas:
- Kelas hewan berambut getar (cikata)
- Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda)
- Kelas hewan berspora (sporozoa)
- Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato)
FILUM PORIFERA
Porifera merupakan hewan air dan hidup di laut bentuk tubuh seperti tumbuhan yang melekat pada suatu dasar laut, jadi porifera dapat berpindah tempat dengan bebas, tubuh porifera seperti tabung yang memiliki banyak pori (lubang kecil pada sisinya dan mempunyai rongga di bagian dalam) porifera dapat berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif. Porifera terdiri dari tiga kelas, berikut beberapa diantaranya:
- Kelas corcorea: Terdiri dari zat kapur (spikula) dan hidup di laut yang dangkal, contoh seghpha SP, charsarina SP
- Kelas hexactinelida: Terdiri atas zat kersik dan hidup di laut yang dalam. Contohnya pnerorepa SP
- Kelas demospangia: Tubuh lunak bahkan tidak mempunyai rangka, contohnya spongia SP
FILUM COELENTRATA
Coelentrata berasal dari kata coilos (berongga) dan entron (usus) coelentrata mempunyai dua macam bentuk yakni bentuk pasif yang menempel pada suatu dasar dan tidak berpindah. Coelentrata terdiri dari 3 kelas Kelas anthozoa, Kelas hydrozoa dan Kelas scyphozoan. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
- Multiseluler, dan radial simetris (memotong bidang melalui pusat menciptakan segmen identik, mereka memiliki bagian atas dan bawah tapi tidak ada sisi)
- Memiliki bentuk seperti tabung
- Dikelilingi tentakel di sekitar mulut Lapisan tubuh coelenterata terdri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm), serta sistem otot yang membujur dan menyilang (mesoglea)
- Memiliki knidoblast, yaitu sel eksoderm yang berisi racun yang berduri disebut dengan nematocyt.
- Hidup di air tawar, air laut, secara solider (melekat pada dasar perairan) dan berkoloni.
- Memiliki sel penyengat (nematosis)
- Merupakan hewan karnivora (memakan invertebrata kecil)
- Tidak memiliki organ atau sistem organ
- Tidak memiliki otak, namun hanya impuls saraf yang berjalan melalui tubuh mereka dan dapat mendeteki sinyal di lingkungannya.
FILUM PLATYHELMINTHES
Kata platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani, kata plays (pipih) dan hemlines (cacing). Platyhelminthes berate juga mempunyai pipih. Hewan golongan ini mempunyai tubuh simetris bilateral (kedua sisi sama). Platyhelminthes terbagi dalam tiga kelas yaitu Kelas turbellaria (cacing berambut getar), Kelas trematoda (cacing isap), dan Kelas cestroda (cacing pita). Ciri-Ciri umumnya antara lain sebagai berikut:
- Tubuh simetris bilateral
- Bentuk tubuhnya pipih dan lunak
- Tubuh tidak bersegmen kecuali Cestoda
- Lapisan tubuh Triploblastik Aselomata
- Alat eksresinya menggunakan flame cell
- Mempunyai mata
- Bersifat Hermafrodit
- Tidak mempunyai alat respirasi
- Sistem pencernaan melalui Gastrovaskuler
- Sistem saraf adalah Ganglion
- Hidup bebas di air tawar dan tempat lembab
FILUM MOLLUSCA
Mollusca (dalam bahasa latin, molluscus = lunak) merupakan hewan yang bertubuh lunak. Tubuh lunaknya dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Hewan ini tergolong triploblastik selomata. Sesuai dengan namanya, hewan lunak mempunyai tubuh lunak yang dilindungi oleh cangkang dari bahan kalsium (kapur) mollusca bersifat hermoporit, mempunyai sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem pengeluaran. Mollusca dibedakan menjadi 4 kelas Kelas lamilli brancuiata (golongan karang dan tiram), Kelas gastropoda (golongan siput), Kelas cephalopoda (golongan cumi-cumi) dan Kelas amphineura. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
- Tubuhnya bilateral simetris
- Dinding tubuhnya bersifat tripoblastik
- Tubuh pendek terlindung cangkokyang tersusun atas zat kapur yang dihasilkan oleh zat mantel. Struktur kepala Mollusca semakin berkembang
- Alat pencernaan telah berkembang sempurna Kecuali pada Cephalopoda, peredaran darahnya terbuka jantungnya terdiri atas bagian dorsal yang dikelilingi pericardium
- Pernapasannya dilakukan oleh pulmonum, epidermis, insang atau mantel
- Alat ekskresinya berupa ginjal Reproduksi secara seksual
- Sistem syarafnya berupa tiga pasang simpul syaraf (ganglion) yaitu ganglion serebral, ganglion visceral, dan ganglion pedal, ketiganya dihubungkan oleh serabut-serabut syaraf
- Alat kelamin umumnya terpisah (dioesus), tetapi ada pula yang hermaphrodit. Yang berkelamin terpisah, pembuahannya eksternal
FILUM ENCHINODERMATA
Echinodermata (dalam bahasa yunani, echino = landak, derma = kulit) adalah kelompok hewan triopoblastik selomata yang memilki ciri khas adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit. Filum enchinodermata terdiri dari lima kelas yaitu Kelas bintang laut (asteroidal), Kelas landak laut (echinoidal), Kelas bintang laut (opiuroidal), Kelas lilin laut (crinoidal) dan Kelas teripong (holothuroidae). Dengan Ciri-ciri sebagai berikut:
- Memiliki tiga lapisan embrional (triploblastik)
- Simetri tubuh bilateral pada fase larva dan radial pada fase dewasa
- Terdapat pembagian tubuh anterior dan posterior
- Euselomata atau selomata
- Tidak memiliki segmen tubuh
- Sistem pencernaan sempurna, dengan beberapa jenis yang tidak memiliki anus
- Tidak memiliki sistem peredaran darah
- Sistem pernapasan berupa insang kecil atau papulaedan. Ada juga yang menggunakan kaki ambulakral (kaki tabung), atau teripang laut
- Tidak memiliki sistem ekskresi
- Sistem saraf dibentuk oleh saraf cincin, saraf radial dan saraf jala
- Reproduksi secara aseksual (regenerasi) dan seksual.
- Pada umumnya memiliki kelamin yang terpisah namun beberapa jenis bersifat hermaprodit
- Penyokong tubuh berupa kerangka dalam (endoskleton), berupa pelat dan berada dibawah kulit.
FILUM ANTROPODA
Arthropoda atau organisme berbuku-buku. Filum Artropoda memiliki spesies yang paling besar, yaitu 75% dari seluruh hewan yang ada di seluruh dunia. Arthropoda berasal dari bahasa latin: Arthra artinya ruas, buku, segmen, dan Podos artinya kaki yang berarti merupakan hewan dengan kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Tubuh Arthropoda merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata. Filum ini mempunyai Jumlah species yang paling besar dibandingkan filum-filum lain. Tubuh dan kaki beruasa-ruas dan simetris bilateral, rangka luar mengandung zat kimia. Antropoda mempunyai peredaran darah, tetapi darahnya tidak berwarna, pertumbuhannya lama mengalami metamorfosis (perubahan bentuk). Filum antropoda terdiri atas:
- Kelas serangga (insecta)
- Kelas laba-laba (arachoidae)
- Kelas udang-udangan (erustacea)
- Kelas lipan (mynapoda)
SISTEM PENCERNAAN PADA HEWAN INVERTEBRATA
Sistem pencernaan pada Animalia invertebrata Misalnya pada amoeba yang merupakan hewan bersel satu segala aktivitas hidupnya terjadi di dalam sel itu sendiri. Demikian juga pencernaan makanan terjadi di dalam sel, disebut pencernaan indra sel. Saat amoeba mendapatkan makanan segera amoeba membentuk kaki semu yang mengarah pada makanan selanjutnya, yang dikelilingi kaki semu kemudian makanan tersebut dibawa ke protoplasma. Dalam protoplasma yang mengandung makanan yang menghasilkan enzim pencernaan. Dalam rongga makanan tersebut terjadi pencernaan makanan. Makanan yang telah dicerna berupa sari makanan yang diserap dari sisa-sisa makanan dan dikeluarkan dari dalam tubuh.
Sistem pencernaan pada golongan hermes Misalnya pada cacing tanah dengan saluran pencernaan yang terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, empedal, usus dan anus. Bagian depan kerongkongan agak membesar disebut paring yang berfungsi untuk mengisap makanan dari mulut dan membasahinya dengan lendir. Makanan cacing tanah berupa humus yang terdapat di tanah yang bersifat asam, dikelilingi kerongkongan terhadap tiga pasang kelenjar yang menghasilkan zat kapur yang dapat menetralkan sifat asam makanannya.
Sistem pencernaan pada hewan insect atau serangga misalnya belalang mempunyai tembolok yang berfungsi menyimpan makanan sementara. Pada bagian sebelah bawah tembolok terdapat kelenjar ludah yang dialirkan melalui saluran induk ke dalam rongga mulut. Dari tembolok makanan masuk ke dalam empedal dan dalam empedal makanan dihancurkan, selanjutnya makanan diteruskan ke dalam lambung. Di bagian depan lambung terdapat enam pasang usus buntu yang berfungsi sebagai kelenjar pencernaan. Makanan yang tidak dicerna diserap di dalam lambung. Sisa-sisa makanan dari usus melalui peletum dikeluarkan melalui saluran pembuangan atau anus.
MANFAAT HEWAN INNVERTEBRATA
- Sumber Makanan: Beberapa filum invertebrata dapat menjadi sumber makanan untuk manusia dan hewan lainnya. Anggota kelompok Mollusca (seperti remis hijau, cumi, cumi), krustasea (udang udangan) dan beberapa serangga (serangga) menjadi sumber makanan kaya protein khusus untuk manusia. Tidak hanya faktor bilangan melimpah di alam yang membuat banyak invertebrata sebagai sumber makanan untuk vertebrata atau invertebrata sendiri.
- Bagi Lingkungan:
- Peran invertebrata di daerah lingkungan adalah: Penciptaan keragaman (keanekaragaman hayati) pada skala biosfer. Jumlah invertebrata sangat besar, terutama di kerajaan Animalia.
- Simbiosis dengan organisme lain, misalnya siap melindungi organisme lain, seperti populasi karang, spons dan Anemon laut dapat bertindak sebagai rumah atau sarang ikan dan hewan laut lainnya.
- Berpartisipasi dalam rantai makanan. Hal ini tidak hanya sebagai konsumen bahwa ada spesies yang juga bertindak sebagai agen dekomposisi. Beberapa anggota Annelida seperti Lumbricus SP. Merupakan kapal perusak di rantai makanan. Sementara di ekosistem laut, beberapa spesies Echinodermata juga dapat bertindak sebagai dekomposisi dalam air.
- Daya tarik ekowisata, seperti ekosistem terumbu karang dengan berbagai karang, Anemon dan invertebrata lainnya sebagai perlindungan untuk invertebrata dapat menjadi daya tarik wisatawan. Selain itu, beberapa Taman Nasional juga dapat memiliki kelimpahan spesies invertebrata seperti populasi spesies yang berbeda dari Butterflies di TN. Bantimurung, yang disebut kerajaan Butterfly. Di Indonesia ada juga tempat wisata yang memiliki ubur-ubur yang tidak menyengat.
- Bagi Kesehatan: Dalam bidang kesehatan, beberapa anggota dapat bertindak sebagai obat dan juga bertindak sebagai parasit dan menyebabkan penyakit berbahaya bagi manusia, terutama anggota PhylumPlatyhelminthes dan Nemathelminthes:
- Pembuatan senyawa bioaktif untuk obat-obatan, dapat ditemukan pada anggota Porifera bersimbiosis dengan bakteri.
- Terapi Kesehatan, seperti aplikasi Leam dan akupunktur dengan sengatan lebah.
- Bagi Pertanian: Membantu menyerbuki tanaman pertanian seperti yang dilakukan oleh lebah, kupu-kupu dan serangga lainnya. Membantu memelihara, menggembleng, ventilasi lantai, seperti yang dilakukan oleh cacing tanah. Sebagai perusak tanaman hama, seperti yang terjadi di lalat buah, walang sangit, belalang dan anggota Mollusca seperti siput.
- Bagi Peternakan: Sebagai produser madu. Lebah madu dan beberapa spesies lain dari anggota Insecta yang dapat menghasilkan madu. Pembuatan bahan sutera, dimana Ulat sutra dapat dibudidayakan untuk diambil dari kepompong sebagai bahan yang terbuat dari benang sutera. Beberapa spesies seperti cacing tanah dan beberapa jenis serangga yang sengaja ditanam untuk digunakan sebagai bahan baku untuk obat, makanan, kosmetik Asia dan pakan ternak.
- Bagi Pendidikan atau Penelitian: Struktur tubuhnya yang sederhana membuat invertebrata menjadi objek penelitian. Seperti lalat buah sering digunakan sebagai objek penelitian genetik, pemantauan perkembangan embrio dengan landak laut sebagai objek, dan invertebrata juga dapat digunakan sebagai review elain itu, beberapa jenis serangga juga digunakan sebagai sumber informasi penting di bidang forensik.
CONTOH SOAL
1. Jelaskan yang dimaksud dengan invertebrata?
JAWAB: Invertebrata merupakan hewan yang tidak memiliki tulang punggung atau ruas-ruas tulang belakang atau juga tulang-tulang lain di dalam badannya. Ada yang memiliki badan yang lunak serta ada juga yang memiliki kulit keras melindungi badan. Rangka yang membangun tubuh beberapa hewan invertebrata ini adalah rangka luar. Artinya, rangka hewan invertebrata ini terletak pada bagian luar tubuh invertebrata. Rangka luar tersebut berguna sebagai pembentuk serta juga pelindung tubuh hewan invertebrata yang pada umumnya itu bertubuh lunak.
2. Tuliskan klasifikasi filum invertebrata!
JAWAB: Ada 9 filum dalam klafisikasi avertebrata yaitu: a. Annelida b. Arthropoda c. Coelenterata d. Echinodermata e. Mollusca f. Nemathelminthes g. Platyhelminthes h. Porifera i. Protozoa
3. Tuliskan ciri-ciri Invertebrata
JAWAB: Dibawah ini merupakan Ciri-ciri dari hewan invertebrata, diantaranya sebagai berikut : a. Ciri utama yang memisahkan invertebrata dari organisme lain ialah tidak adanya tulang belakang serta tulang punggung. b. Organisme multiseluler, mereka benar-benar tidak mempunyai dinding sel. c. Mereka tidak mempunyai tulang endoskeleton keras. d. Karena kurangnya sistem tulang yang kompleks, beberapa invertebrata ini cenderung lambat serta berukuran kecil di alam. e. Karena kurangnya tulang punggung serta juga sistem saraf kompleks invertebrata ini tidak dapat menempati beberapa lingkungan, walaupun mereka ditemukan di lingkungan yang keras. f. Invertebrata ini tinggal di seluruh dunia dalam berbagai habitat. g. Tubuh dibagi menjadi tiga bagian – kepala, dada serta perut. h. Mereka tidak mempunyai paru-paru untuk respirasi. i. Respirasi dengan melalui kulit. j. Beberapa kelompok invertebrata ini mempunyai eksoskeleton keras dari kitin. k. Kebanyakan dari mereka mempunyai jaringan, dengan organisasi sel tertentu. l. Kebanyakan dari mereka itu bereproduksi dengan secara setsual oleh fusi gamet jantan dan betina. m. Beberapa invertebrata ini seperti spons yang menetap, namun sebagian besar organisme itu adalah motil. n. Kebanyakan invertebrata ini diatur dengan organisasi tubuh simetris. o. Mereka tidak bisa membuat makanan sendiri, kata lain heterotrof.
4. Tuliskan contoh-contoh hewan invertebrata
JAWAB: Contoh-contoh hewan invertebrata a. Serangga b. Semut c. Cacing tanah d. Lintah e. Ubur-ubur f. Cumi-cumi g. Siput h. Teripang
5. Jelaskan tentang filum frotozoa!
JAWAB: Frotozoa merupakan hewan bersel satu yang hidup di dalam air, protozoa memakan tumbuhan dan hewan, frotozoa berkembang biak secara reproduksi unseksual atau vegetatif dengan cara membelah diri dan dengan cara seksuan / generatif konjugasi. Filum frotozoa terbagi menjadi beberapa kelas: 1) Kelas hewan berambut getar (cikata) 2) Kelas hewan berkaki semu (rhizopoda) 3) Kelas hewan berspora (sporozoa) 4) Kelas hewan berbulu cambuk (flogellato)
LATIHAN SOAL
- Jelaskan tentang filum enchinodermata (hewan berkulit duri)!
- Jelaskan tentang filum antropoda!
- Bagaimana sistem pencernaan pada hewan protozoa?
- Sebutkan dan jelaskan tipe saluran air pada porifera!
- Jelaskan daur hidup fasciola hepatica!
Nah cukup sekian penjelasan tentang Hewan Avertebrata (Invertebrata). Untuk lebih memahami materi tersebut, silahkan kerjakan latihan soal di atas ya. Sampai bertemu di postingan selanjutnya.
Yuk uji kemampuanmu hanya di Event dan Olimpiade Nasional dari www.beelajar.com
Dapatkan berbagai PROMO, Voucher, dan Beasiswa menarik loh.