Lompat ke konten
Home » Blog » SMA KELAS 11: PERBEDAAN, KESETERAAN, dan HARMONI SOSIAL

SMA KELAS 11: PERBEDAAN, KESETERAAN, dan HARMONI SOSIAL

Perbedaan sosial ialah diskriminasi penduduk ataupun warga masyarakat ke dalam lingkungan maupun himpunan secara melintang ataupun tidak berjenjang. Konkretisasi perbedaan sosisal merupakan kategorisasi penduduk atas asas diskriminasi dalam mengenai yang tidak mengungkapkan fase antara lain jenis kelamin, ras, agama dan suku.

Berikut ini terdapat 3 ciri-ciri dari perbedaan sosial, yakni sebagai berikut:

  1. Ciri Fisik

Ialah berlangsung karena terdapat perbedaan ciri yang spesifik, seperti perbedaan bentuk tubuh, warna kulit, bentuk mata, warna mata, rambut, hidung dan muka.

  • Ciri Sosial

Ialah berbentuk karena terdapat perbedaan pekerjaan yang membentuk cara tatapan dan bentuk sikap dalam masyarakat berlainan, yang termasuk dalam golongan tersebut ialah kontribusi, kinerja dan kedaulatan.

  • Ciri Budaya

Ialah berinteraksi baik dengan pendirian hidup masyarakat yang melibatkan adab-adab yang dipercayainya, misalnya keyakinan, sistem kekeluargaan, kegigihan dan adab.

Macam-Macam Perbedaan Sosial

Berikut ini terdapat 2 macam-macam perbedaan sosial, yakni sebagai berikut:

  1. Berdasarkan Biologis

Berdasarkan biologis, terdapat 4 macam-macam perbedaan sosial, antara lain:

  1. Perbedaan Jenis Kelamin

Perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan otoritas penerimaan hak dan kewajiban dalam banyak bagian, misalnya keadaan kerja, kehidupan ekonomi dan politik.

  • Perbedaan Umur

Perbedaan perolehan hak dan kewajiban anggota masyarakat yang berselisih umur tidak hanya dapat pada kondisi masyarakat tradisional, namun juga pada masyarakat aristrokratis dan masyarakat futuristik.

  • Perbedaan Intelektual

Perbedaan intelektual ialah penerimaan hak dan kewajiban yang berselisih bagi setiap anggota masyarakat secara melindang atas asas perbedaan keahlian.

  • Perbedaan Ras

Perbedaan ras ialah golongan untuk sekelompok seseorang yang secara bebuyutan mempunyai ciri fisik dan biologis spesifik yang sama.

Berdasarkan Interaksi dengan Keadaan Sosial Kultur

Berdasarkan interaksi dengan keadaan sosial kultur, terdapat 4 macam-macam perbedaan sosial, antara lain:

  1. Perbedaan Suku Bangsa

Setiap anggota sebuah suku bangsa spesifik mempunyai ciri khas yang sama ialah tadisi, bahasa, religi dan keyakinan, ciri-ciri fisik dan kesesuain dalam mengenai aturan adab budaya.

  • Perbedaan Agama

Agama yang diyakini mempunyai dua bagian keyakinan bagaimana manusia berinteraksi dengan Tuhan dan bagaimana manusia berinteraksi dengan dunia.

  • Perbedaan Klan

Klan ialah kelompok masyarakat yang terdiri dari satu nenek moyang melewati garis generasi baik garis generasi ayah maupun generasi ibu.

  • Perbedaan Karir

Ialah penghasilan hak dan kewajiban yang berselisih karena perbedaan karir masing-masing.

Menurut nasikun dalam bukunya sistem sosial Indonesia (2006) menyatakan bahwa masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang menganut sistem nilai yang berbeda diantara berbagai kesatuan sosial yang menjadi anggotanya sehingga para anggota masyarakat tersebut kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan, kurang memiliki homogenitas kebudayaan, atau bahkan kurang memilii dasar-dasar untuk memahami satu sama lain. Dengan cara lain yang lebih jelas, pierre L. Van den Berghe menyebutkan beberapa karakteristik dari sifat-sifat suatu masyarakat majemuk , yaitu sebagai berikut:

  1. Terjadinya segmentasi ke dalam bentuk kelompok yang seringkali memiliki subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain.
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi bagi ke dalam lembaga lembaga yang bersifat nonkomplementer.
  3. Secara relatif seringkali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lain.

Dalam menghadapi fenomena keberagaman pada masyarakat tersebut,  maka sangatlah diperlukan adanya suatu penerapan konsep terkait dengan kesetaraan untuk menyetarakan perbedaan tersebut. Konsep kesetaraan disini adalah pandangan masyarakat yang menerangkan bahwa setiap manusia dilahirkan setara, meskipun dengan keragaman identitas yang disandang. Pada dasarnya setiap manusia memiliki hak-hak dasar yang sama antara satu individu dengan individu lainnya. Hak dasar ini disebut juga dengan hak asasi manusia. Dengan adanya pemahaman masyarakat mengenai hak-hak dasar yang dimiliki oleh setiap individu, maka diharapkan dapat menciptakan harmoni sosial dalam masyarakat. Prinsip-prinsip kesataraan perlu diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Kemajemukan dalam masyarakat sangat rentan terhadap perpecahan jika prinsip kesetaraan tak diterapkan dalam masyarakat tersebut. Perlakuan diskriminatif terhadap kelompok tertentu merupakan salah satu bentuk tak diterakapkannya prinsip kesetaraan dalam suatu masyarakat.

Upaya untuk menghindari adanya perpecahan di masyarakat yang diakibatkan adanya keberagaman dapat ditempuh melalui pembangunan yang merata di semua lapisan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan tidak hanya sebatas pada pembangunan fisik seperti infrastruktur yang tersedia di Indonesia saja, melainkan juga menyentuh aspek keselarasan, keserasian dan keseimbangan dengan kehidupan sesama masyarakatnya. Pembangunan juga dilaksanakan dan diperuntukkan bagi semua lapisan masyarakat, sehingga nantinya akan terwujud harmonisasi dan kesejahteraan bersama. Kesetaraan memandang individu sebagai manusia dengan derajat yang sama satu sama lain. Prinsip kesetaraan meniadakan hirearki atau jenjang sosial yang dimiliki oleh seseorang baik berupa ras, suku bangsa, kebangsawanan ataupun kekayaan dan kekuasaan. Masalah keberagaman yang terjadi di Indonesia pada dasarnya disebabkan oleh beberapa faktor seperti perbedaan suku bangsa, bahasa, status sosial dan mata pencaharian. Adapun sesuatu yang sesuai dengan keinginan masyarakat umum, seperti keadaan tertib, teratur, aman dan nyaman dapat disebut sebagai suatu kehidupan yang penuh harmoni. Dengan demikian maka harmoni sosial adalah kondisi dimana individu hidup sejalan dan serasi dengan tujuan masyarakatnya.

Harmoni sosial disini juga terjadi dalam masyarakat yang ditandai dengan solidaritas. Secara etimologis, solidaritas adalah kekompakan atau kesetiakawanan. Kata solidaritas menggambarkan keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang berdasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama. Perbedaan memang wajar dalam kehidupan sosial di masyarakat. Terlebih pada masyarakat Indonesia. Perbedaan dan keragaman sosial dalam kehidupan masyarakat bukanlah penghalang untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dalam masyarakat tersebut. Penerapan prinsip-prinsip keseteraan merupakan salah satu jalan untuk menciptakan keharmonisan. Hal ini disebabkan karena dalam prinsip setiap orang mendapat perlakuan dan diperlakukan sama tanpa pandang bulu.Sebagai anggota masyarakat, kamu wajib menjaga keharmonisan dalam lingkungan masyarakat. Beberapa sikap yang dapat dilakukan untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat, antara lain:

  1. Adanya kesadaran mengenai perbedaan sikap, watak, dan sifat.
  2. Menghargai berbagai macam karakteristik masyarakat.
  3. Bersikap ramah dengan orang lain
  4. Selalu berfikir positif.

Yuk uji kemampuanmu hanya di Event dan Olimpiade Nasional dari www.beelajar.com Dapatkan berbagai PROMO, Voucher, dan Beasiswa menarik loh.

Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *